Hollywood Stop Edarkan Film ke Indonesia

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 14 12345 ... LastLast
Results 1 to 10 of 135
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/244516
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Sersan Mayor
    Posts
    928
    Power
    21 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 16 Hrs 6 Mins 47 Secs

    Hollywood Stop Edarkan Film ke Indonesia

    Hollywood Stop Edarkan Film ke Indonesia Bukan Karena Uang
    Jakarta - Keputusan Hollywood melalui Motion Pictures Association (MPA) untuk stop mengedarkan produksi film bukan dikarenakan beban pajak yang semakin besar. Lebih dari itu, Hollywood ingin memegang prinsip.

    Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, Hollywood akan mengeluarkan kocek jebih jika pajak bea masuk atas hak distribusi film impor diberlakukan. Namun kocek bukan masalah bagi mereka.

    "Bukan masalah berapa besaran pajak mereka, bukan karena uang. Lebih dari itu mereka memegang prinsip di belahan dunia lain. Tidak ada di dunia manapun pajak bea masuk atas hak distribusi film impor, cuma di Indonesia. Yang ada pajak barang yang masuk. Itu lah karenanya mereka berprinsip kebijakan itu tidak lazim sama sekali," kata Juru Bicara 21 Cineplex Noorca Massardi saat berbincang dengan detikhot via ponselnya, Jumat (18/2/2011) malam.

    Sebelum kebijakan itu disahkan, pihak MPA sudah melakukan negosiasi dengan Dirjen Pajak. Tapi usulan mereka, tegas Noorca, tidak didegarkan. Alhasil kebijakan itu pun berjalan.

    "Dan akibatnya mereka tidak ingin mengedarkan. Itu konsekuensinya," kata Masardi.

    Massardi tidak tahu jelas alasan Dirjen Pajak menerapkan kebijakan tersebut. Hanya saja kebijakan tersebut akan merugikan, bukan menguntungkan.

    "Kalau misalnya, pemerintah dalam hal ini Dirjen Pajak ingin menaikan pendapat dari bioskop. Sebutlah ingin menaikan 1000 persen keuntungan pemerintah. Pihak mereka (Hollywood) tidak akan menolak dan tidak bisa menolak. Mereka tidak akan dirugikan. Karena kenaikan 1000 persen (pemasukan pajak) dibebankan ke tiket penjualan setiap tontonan. Itu bisa mencapai sampai Rp 1 juta," papar Massardi. (ebi/ebi)

    Dirjen Pajak2 apa2 dipajakin, sebentar lagi duduk di halte, duduk di taman, ngirup udara sekitar juga dipajakin x ya??? Pajak dimana2, banyak duit ya bapak2 dirjen pajak??? koq betulin saluran air, tambel jalan2 bolong2, bikin mass transportation system susah ya???

  2. Delapan Satu
  3. #2
    Letnan Dua
    Location
    Jakarta
    Posts
    1,280
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 4 Days 23 Hrs 46 Mins 29 Secs
    Paling masuk ke Gayus2 yg laen yg masih bercokol di sana....

    Padahal taw sendiri kalo film barat g masuk, adanya cuma film indo (yg MAYORITAS isinya HANTU2-AN dan menyerempet SEKS dan gak mendidik...)....

  4. #3
    Letnan Satu
    Location
    Bhumi Shrivijaya
    Posts
    1,578
    Power
    16 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 4 Days 19 Hrs 55 Mins 49 Secs
    Parah juga tu oknum Pajak yang bikin aturan... Yang enggak-enggak aja dipajekin....

  5. #4
    Letnan Kolonel
    Location
    Makassar... T-T
    Posts
    5,382
    Power
    15 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 15 Hrs 7 Mins 28 Secs
    Udah bingung mau majakin apa lage.. Biar kesempatan pungli makin gede. Ga mikir dampaknya kepada negara. Mental tukang pajak....

  6. #5
    Kopral Kepala
    Location
    Kota macet!
    Posts
    154
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 11 Hrs 59 Mins 4 Secs

    Exclamation

    wadoh, gimana nasib FAST FIVE yg bakal premier april nanti neh...

    parah deh...

  7. #6
    Kopral Kepala
    Location
    surabaya-semarang-madiun
    Posts
    173
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Days 10 Hrs 44 Mins 30 Secs
    mau jdi apa indo klo smua hal yg ga penting diurusin yang ngga penting malah ga diurus?
    alamat nntn film2 indo yg mayoritas GeJe nih

  8. #7
    Letnan Dua
    Location
    Bekasi
    Posts
    1,245
    Power
    65 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 6 Days 14 Hrs 1 Min 34 Secs
    alamak,, itu bumblebee, toretto trus ama herpot bijimane jadinya,, kagak bisa nonton kelanjutannya dah,, huhuhu,,


    apa2 kena pajak,, warteg aja kena pajak,, aneh emang negeri ini,, jangan2 nanti tukang ojek kena pajak, pengamen kena pajak, WTS kena pajak, jangan2 gw nanti klo make wifi gretongan kena pajak juga lagi,,

  9. #8
    Letnan Dua
    Posts
    1,398
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    6 Days 11 Hrs 41 Mins 14 Secs
    biarkan saja bro, mereka coba2 stop impor film ke Indo, Indonesia itu pasar yg sangat besar buat mereka. Belajar dari China, gak mau diatur, silahkan out, Indonesia harus lebih PeDe kalo negosiasi dengan asing. Mereka butuh kita koq, pengusaha sini juga sadar, pasar disini besar.
    Mau gak masuk ke indonesia, mereka akan kehilangan pasar yg cukup besar.

    Lihat saja bioskop2 , kalo lagi rame spt apa.
    Gak masuk film2 holywood, dvd bajakan makin merajalela.
    Download di internet juga bisa.
    Gak usah nonton juga kagak ngaruh...

    Pajak itu harus bro, salah satu sendi2 yg menggerakan negara ini, pelaksanaan nya yg harus diawasi, biar manfaat nya bisa terasa balik kepada masyarakat.

  10. #9
    Letnan Dua
    Location
    Djakarta
    Posts
    1,361
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 14 Hrs 41 Mins 52 Secs
    dirjen pajak sukanya ntn wayang kulit...
    gk tau pilem2 laen makannya hahahaa

  11. #10
    Sersan Mayor
    Posts
    928
    Power
    21 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 16 Hrs 6 Mins 47 Secs
    Quote Originally Posted by rian idsr View Post
    biarkan saja bro, mereka coba2 stop impor film ke Indo, Indonesia itu pasar yg sangat besar buat mereka. Belajar dari China, gak mau diatur, silahkan out, Indonesia harus lebih PeDe kalo negosiasi dengan asing. Mereka butuh kita koq, pengusaha sini juga sadar, pasar disini besar.
    Mau gak masuk ke indonesia, mereka akan kehilangan pasar yg cukup besar.

    Lihat saja bioskop2 , kalo lagi rame spt apa.
    Gak masuk film2 holywood, dvd bajakan makin merajalela.
    Download di internet juga bisa.
    Gak usah nonton juga kagak ngaruh...

    Pajak itu harus bro, salah satu sendi2 yg menggerakan negara ini, pelaksanaan nya yg harus diawasi, biar manfaat nya bisa terasa balik kepada masyarakat.
    Benar sekali bro pajak itu penting sekali untuk negara.
    TAPI.......hmmmmm
    Ga usah dari pajak lain2, coba hitung dari pajak STNK DKI saja, berapa puluh juta user? minimal 1 rumah punya beberapa unit moda transportasi. Dengan setoran pajak yang begitu besar tapi jalan masih berlubang gelombang, banjir, lalu lintas semberaut, di saat macet2 nya malah ga ada yang ngatur, mau ke mass transportation tapi kelolanya 1/2 hati, sama sekali ga balance antara yang dibayar dengan yang dirasakan manfaatnya.

    Contoh negara Malay Sing saja, pajak mahal tapi pelayanan umumnya jauh lebih oke, so worthed.

    Bahkan hasil survey di 2009 Jakarta di peringkat ke 2 The "top" ten worst cities in the world for expats to work:

    1. Lagos, Nigeria
    2. Jakarta, Indonesia
    3. Riyadh, Saudi Arabia
    4. Almaty, Kazakhstan
    5. Mumbai, India
    6. New Delhi, India
    7. Nairobi, Kenya
    8. Bogota, Colombia
    9. Ho Chi Minh City, Vietnam
    10. Chennai, India

 

 
Page 1 of 14 12345 ... LastLast
NGK Busi Mega Glodok Kemayoran

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Replies: 47
    Last Post: 26th June 2014, 14:02
  2. Replies: 76
    Last Post: 25th September 2012, 10:53
  3. FILM INDONESIA MASUK BOX OPIS !!!!
    By ad_s in forum Automotive
    Replies: 14
    Last Post: 14th June 2009, 22:51
  4. [pic] Ketidak kreatifnya Poster Film Indonesia
    By nesearth in forum Automotive
    Replies: 35
    Last Post: 23rd March 2009, 01:40
Back to top