Panduan Sederhana Mengenai Crossover
Scuto Laminating Simota Gelap.net / Indowin

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 28 12345 ... LastLast
Results 1 to 10 of 274
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/237828
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 8 Hrs 16 Mins 55 Secs

    Panduan Sederhana Mengenai Crossover

    Dear rekan2 modcom.
    Setelah sekian lama berkecimpung di dunia audio, pastilah kita pernah mendengar kata yang disebut "crossover".
    Saya coba buat tulisan yang membahas mengenai crossover ya? Kalau ada kurang2 dan kesalahan mohon diperbaiki

    -------------------------------

    Crossover secara sederhana dapat diartikan sebagai alat yang digunakan untuk membatasi frekuensi yang akan dimainkan oleh speaker.
    Ketika kita menggunakan 2 driver (contoh 2 way), maka batasan-batasan yang dibuat oleh crossover itu akan membagi frekuensi ke masing2 driver.

    Kebutuhan akan crossover sangat penting dalam sebuah sistem audio.
    Hal paling penting dari crossover adalah sebagai pengaman dari speaker.
    Dengan "mengamankan" speaker, maka suara speaker akan menjadi optimal.
    Karena speaker bekerja optimal itulah maka crossover yang baik juga membuat suara terasa nyaman. Dapat membantu membentuk staging dan imaging yang fokus.

    Ada beberapa hal yang penting untuk diketahui dibidang crossover:

    1. Istilah high pass, low pass dan band pass.
    • High pass artinya meloloskan frekuensi lebih tinggi. Contoh: 4khz high pass berarti frekuensi dari sekitar 4Khz keatas akan lolos ke speaker.
    • Low pass artinya meloloskan frekuensi lebih rendah. Contoh: 4Khz low pass berarti frekuensi dari sekitar 4Khz kebawah akan lolos ke speaker.
    • Band pass artinya hanya meloloskan frekuensi di batasan tertentu. Contoh 200-2Khz bandpass. Dengan mudah kita akan dapat mengetahui bahwa maksudnya crossover akan meloloskan frekuensi yang berkisar antara 200Hz-2Khz.


    2. Crossover frequency, atau cutting frequency.
    Ini adalah frekuensi dimana crossover bekerja. Contoh: 4Khz high pass berarti crossover akan bekerja di frekuensi 4Khz. Seperti telah disebutkan secara implisit diatas.

    3. Slope.
    Slope adalah tingkat kecuraman crossover yang biasanya diukur dalam satuan octave.
    Octave secara simpel adalah perhitungan bagi 2 atau kali 2.
    Contoh:
    • 1 octave diatas 1Khz=1Khz x (2 pangkat 1) = 2Khz. 2 octave diatas 1Khz = 1Khz x (2 pangkat 2) = 4 Khz.
    • 1 octave dibawah 1 Khz = 1Khz/(2 pangkat 1) = 500Hz. 3 octave dibawah 1 Khz = 1Khz / (2 pangkat 3)=125Hz.


    Contoh kasus:
    • Crossover 4 Khz high pass 12db/octave. Artinya adalah 1 octave dibawah sekitar 4 Khz akan mengalami penurunan sebesar 12 db. 2 octave dibawah 4 Khz akan mengalami penurunan sebesar 24dB dan seterusnya.
    • Crossover 2 Khz low pass 24db/octave. Artinya adalah 1 octave diatas sekitar 2 Khz akan mengalami menurunan sebesar 24 dB dan seterusnya.


    So, dengan informasi slope ini kita mengetahui bahwa masih akan ada frekuensi yang tetap lolos dari spesifikasi crossover tersebut.
    Jadi crossover 4 Khz high pass 12db tidak berarti 4Khz keatas yang akan berbunyi di speaker. Melainkan frekuensi 2 Khz pun masih akan lolos meskipun telah mengalami penurunan sebesar 12 dB. Frekuensi 1 Khz pun akan tetap lolos dengan penurunan sebesar 24dB...

    Bagaimana kalau kita ingin benar2 frekuensi 4 Khz keatas saja yang diloloskan ke speaker?
    Gunakan crossover dengan slope tinggi (tinggi banget) sekitar 96dB

    4. Jenis/topologi crossover
    Biasanya kita juga menemukan nama dari sebuah crossover. Misalnya: butterworth, bessel, linkwitz riley dan sebagainya. Ini menjelaskan topologi dari crossover tersebut.
    Pada kalimat2 diatas saya menggunakan istilah "sekitar x Khz".
    Hmm, ternyata kata "sekitar" ini berkaitan erat dengan jenis crossover nya.

    Pada crossover butterworth, frekuensi crossover menunjukkan bahwa pada angka tersebut, crossover sudah memotong 3dB.
    Sementara pada crossover linkwitz riley, frekuensi crossover menunjukkan bahwa di angka itu crossover sudah memotong sebesar 6dB.

    Akan lebih mudah jika di ilustrasikan dalam gambar:



    Next, bagaimana mencari crossover frequency yang tepat untuk mengoptimalkan speaker kita.

    ------------------------------------------------------------------------------------------------

    EDIT:
    Ternyata lumayan banyak yang di cover di thread ini.
    Berikut adalah direct link untuk setiap topik:

    1. Tweeter

    2. Konsep Beaming

    3. Midrange

    4. SPL - Linear volume

    5. Midbass

    6. Pressure zone - Suara Sub Di Depan

    7. Subwoofer

    8. Crossover - Staging & Focus

    9. Crossover - Mix n Match Speakers
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

  2. Jayapoker
  3. #2
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 8 Hrs 16 Mins 55 Secs

    Mencari crossover yang mudah untuk tweeter

    Yuk,sekarang kita coba langsung praktek...
    Mari kita coba untuk menentukan crossover yang baik bagi speaker kita dari pengetahuan sederhana diatas.

    Bagaimana kalau kita mulai dengan speaker termudah?

    Hmm, ditulisan sebelumnya disebutkan bahwa fungsi crossover yang utama adalah mengamankan speaker.
    Apa sih yang paling merusak sebuah speaker? Nada rendah.
    Ini berlaku untuk semua jenis speaker. Hati2 dengan nada rendah.

    Nah karena yang paling rentan terhadap nada rendah adalah tweeter. Bagaimana kalau kita mulai dengan menentukan crossover untuk tweeter dulu. Ok?

    Tweeter Crossover

    Urusan crossover bagi tweeter jauh lebih mudah daripada speaker2 lain nya karena tweeter hampir pasti hanya menggunakan satu crossover yaitu: high pass.

    1. Menentukan crossover berdasarkan spesifikasi pabrik

    Sewaktu kita menentukan crossover high pass, kita perlu mempertimbangkan satu parameter utama dari speaker yang disebut resonant frequency atau Fs.
    Nilai ini bisa kita temukan di spesifikasi speaker yang kita miliki.

    Mari kita ambil contoh spesifikasi tweeter Vifa XT25SC90 misalnya:


    Dari spesifikasi kita mengetahui bahwa tweeter ini memiliki Fs di angka 837Hz.
    Apakah kemudian kita menentukan crossover high pass di frekuensi 837Hz?
    Saya anjurkan jangan

    Kalau kita kembali ke post sebelumnya, dijelaskan bahwa crossover frequency akan tetap meloloskan frequency dibawah nilai yang kita tentukan. Artinya kalau kita menaruh crossover tepat pada Fs nya, maka kemungkinan besar speaker kita berada pada kondisi "tidak aman".
    "Tidak aman" berarti 2: kemungkinan rusak tinggi, dan juga tidak bekerja optimal.

    So, pada frekuensi berapa kita sebaiknya cross tweeter kita?

    Hitungan umum yang digunakan adalah minimal 1 octave diatas 837Hz atau di angka 1674Hz.
    Atau kalau mau lebih aman lagi adalah di angka 2 octave diatas 837Hz yaitu di 3348 Hz.

    Bagaimana dengan slope nya?
    Jika kita memilih hanya 1 octave diatas Fs, maka gunakan slope yang curam (24dB atau bahkan 48dB).
    Tapi jika kita memilih beberapa octave diatas Fs, maka slope tidak perlu terlalu curam.

    2. Menentukan crossover tidak berdasarkan spesifikasi pabrik
    Kadang kala kita sulit untuk menemukan spesifikasi tweeter kita. Nah, lalu musti bagaimana?
    Solusi nya bisa 2: Ukur sendiri atau kita pakai nilai yang umum saja.

    Ukur sendiri lumayan beresiko untuk tweeter, karena salah2 malah langsung jebol tweeter nya.

    Oleh karena itu untuk tweeter, jika tidak menemukan spesifikasi nya, bisa dicoba dengan menggunakan cutting yang tinggi yaitu diatas 2.5Khz.
    Atau turun secara gradual, misal di 5Khz, 4 Khz, lalu 3 Khz...

    Slope? Selalu mulai dengan slope tertinggi. Lalu turun secara gradual sampai menemukan suara dimana tweeter terdengar enteng dan lepas.

    Mudah kan?
    Next, kita lanjut ke speaker midrange/midwoofer yang mulai sulit karena parameter yang dipertimbangkan sudah mulai banyak
    Mulai dari Fs, diameter speaker, arah ke pendengar dan sebagainya...

    Stay tune.
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

  4. #3
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 8 Hrs 16 Mins 55 Secs
    Tips crossover tweeter dari newbie

    Sebelum lanjut ke driver midrange/midbass dan subwoofer,
    ada yang ingin saya tambahkan mengenai cutting crossover untuk tweeter.

    Dengan tujuan mengamankan tweeter sekaligus juga mengoptimalkan suaranya,
    saya sangat prefer untuk melakukan cutting tweeter pada 3Khz atau lebih tinggi.

    Hal2 yang saya pertimbangkan adalah:

    1. Tweeter tidak memiliki konstruksi motor yang mampu untuk memainkan frekuensi menengah dengan sempurna.
    Ketika kita "memaksa" tweeter memainkan nada tengah, maka tweeter harus memaju-mundurkan konus nya dengan lebih extreme. Sementara seperti kita ketahui tweeter tidak memiliki konstruksi seperti itu.
    Jikalau bisa (misal Fs nya rendah) biasanya sulit mengimbangi speaker lain ketika mulai dimainkan di volume menengah keatas. Sistem yang dipaksa seperti ini biasanya akan terdengar kasar dan edgy.

    2. Koherensi suara.
    Telinga kita sangat sensitif terhadap suara midrange, terutama suara manusia. Suara manusia berada di kisaran 300-3Khz.
    Kalau kita membatasi tweeter dengan crossover misal di 1.5Khz, artinya suara manusia akan muncul di 2 speaker: tweeter dan midrange/midbass.
    Agar terdengar nyaman dengan konfigurasi seperti ini membutuhkan fase dan TA tweeter dan midbass yang perfect. Which is another keruwetan tersendiri

    Oleh karena itu saya pribadi prefer memilih tweeter memainkan diluar range dimana telinga kita sangat sensitif.

    Selain aman, juga mengurangi keruwetan
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

  5. #4
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 8 Hrs 16 Mins 55 Secs
    3. Harmonic distortion
    Nah ini untuk yang tertarik dengan sisi teknis.

    Speaker biasanya memiliki harmonic distortion yang cenderung menurun seiring dengan meningkatnya frekuensi. Artinya dengan cutting crossover di frekuensi yang lebih tinggi, maka distorsi juga akan ikut terpangkas.

    Sebagai contoh saya ambil dari situs Zaphaudio.
    Kita bisa lihat distorsi (F2,F3,F4,F5) dari tweeter Scanspeak R7000 dan Morel MDT20 yang menurun.




    Pada kurva harmonic distortion R7000 (gambar pertama),
    apabila kita cut tweeter highpass di 1Khz, maka distorsi F2 akan kira2 sebesar 0.6%.
    Sementara kalau kita cut di 4Khz, maka distorsi F2 hanya menjadi sebesar 0.17%, atau berkurang sekitar 10dB !

    Selain angka harmonic distortion yang berkurang, begitu juga dengan audibilitas dari distorsi tersebut.
    Ketika kita cut di angka rendah, misal 1Khz, maka distorsi F2 jatuh di 2Khz, yang akan sangat terdengar.
    Sementara kalau kita cut tinggi misal di 4Khz, maka distorsi F2 jatuh di angka 8Khz.

    Hasilnya adalah suara yang lebih clean
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

  6. #5
    Mayor
    Location
    Tangerang
    Posts
    4,229
    Power
    52 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 6 Days 15 Hrs 9 Mins 15 Secs
    pertamax... .... mantabbb... five star for this thread... .... cmmiiWWWW.....

  7. #6
    Sersan Mayor
    Location
    Berau
    Posts
    959
    Power
    19 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 2 Wks 1 Day 4 Hrs 32 Mins 34 Secs
    amazinnggg!!! makin banyak referensi dan ilmu2 dalam membangun audio yg saya dapatkan.. Br paham saya skrng apa itu namanya slope.. hehe.. terima kasih atas share ilmunya yg sangat bermanfaat.. Mantapppp..!!

  8. #7
    Kopral Dua
    Posts
    34
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    - deleted -

  9. #8

    Smile

    Quote Originally Posted by silvervanza View Post
    amazinnggg!!! makin banyak referensi dan ilmu2 dalam membangun audio yg saya dapatkan.. Br paham saya skrng apa itu namanya slope.. hehe.. terima kasih atas share ilmunya yg sangat bermanfaat.. Mantapppp..!!
    Cek PM bro

  10. #9
    Honoured Member
    Posts
    4,601
    Power
    47 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 3 Days 3 Hrs 57 Mins 25 Secs
    Mantabz Bro Masswork,

    Terutama penjelasan mengenai ketiadaan konstruksi motor pada tweeter. Hal tersebut menjelaskan banyak hal mengenai perbedaan karakteristik driver.

  11. #10
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 8 Hrs 16 Mins 55 Secs
    Thank you Bro2 sekalian.
    Mudah2an tulisan ini ada manfaatnya bagi kita semua

    Quote Originally Posted by si_pisang View Post
    boz,
    nice info,
    untuk tweeter fs lebih besar lebih baik?
    tQ...
    Untuk semua speaker, Fs lebih rendah berarti lebih baik.
    Bukan berarti bagus secara sound quality, tetapi akan memberikan keleluasaan bagi kita untuk mix n match dengan speaker lain.
    Akan dibahas di tulisan2 selanjutnya. Stay tune

    Nah, untuk maju ke cara mudah menentukan crossover bagi midrange/midbass.
    Ada konsep yang perlu kita ketahui yaitu "beaming".
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

 

 
Page 1 of 28 12345 ... LastLast
Venom 300x250 NGK Busi

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Panduan Sederhana Setting Gain - Input Sensitivity
    By masswork in forum Diskusi Power Amplifier
    Replies: 115
    Last Post: 9th April 2017, 09:49
  2. panduan buku??
    By akudana in forum Diskusi Instalasi
    Replies: 3
    Last Post: 22nd April 2010, 10:57
  3. Replies: 2
    Last Post: 17th April 2010, 01:17
Back to top