Hati-Hati Mengisi Bensin Saat SPBU Juga Sedang Mengisi BBM dari Mobil Tanki!!!
Scuto Laminating Simota

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 12
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/209395
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Sersan Satu
    Posts
    416
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A

    Hati-Hati Mengisi Bensin Saat SPBU Juga Sedang Mengisi BBM dari Mobil Tanki!!!

    Kejadian ini dialami sendiri dan langsung oleh istri saya,
    pada Minggu 22 Agustus 2010, pk 07:00 WIB.

    Istri hendak mengisi bensin mobil di SPBU dekat rumah,
    awalnya dia sudah ragu karena tampak ada mobil truk tanki sedang parkir di tempat pengisian BBM untuk SPBU.

    Karena tidak diperhatikan dengan seksama,
    istri tidak mengetahui secara persis dengan proses pengisian BBM dari truk tanki ke SPBU apakah:
    belum berlangsung, sedang berlangsung atau telah selesai.

    Tapi karena tidak ada peringatan dan penghalang apapun di jalan masuk SPBU,
    maka istri saya berpikir SPBU beroperasi normal-normal saja untuk melayani pelanggannya dengan aman.

    Istri lalu memposisikan kendaraan persis di Dispenser yang paling dekat dengan Port Pengisian Bahan Bakar SPBU dan Truk Tanki,
    karena Dispenser tsb menyediakan Pertamax dan posisi port bensin mobil ada di sebelah kiri belakang.
    (Gambar terlampir):


    Untuk tidak berada terlalu dekat dengan truk tanki, istri memilih Dispenser 1 (seperti pada gambar) dan menghentikan serta mematikan mesin mobil seperti prosedur biasanya.

    Setelah mobil mati dan istri turun,
    petugas pengisian BBM di SPBU yang berseragam merah,
    menyuruh mobil untuk maju ke Dispenser no:2.

    Istri kemudian kembali masuk mobil dan hendak memajukan kendaraan.

    Tepat pada saat mobil diStart,
    tanpa diduga sama sekali sebelumnya (baik oleh istri maupun petugas yang ada di lokasi),
    timbul suara ledakan yang keras dan segera dibarengi oleh munculnya jilatan api yang besar dan membumbung tinggi hingga 2 meter lebih,
    yang menyala merah di depan dan di samping kendaraan.
    (Gambar):



    Untungnya mobil sama sekali tdk tersambar api sedikitpun.

    Hal ini membuat istri keluar dengan tenang dari mobil, menyelamatkan diri,
    dan sempat memberi (setengah) perintah kepada pegawai yang ada untuk segera memadamkan api.

    Dengan kesigapan petugas lapangan dan didukung peralatan yang memadai,
    api segera padam dan menyisakan jalan / lingkungan sekitar dan mobil yang menjadi putih karena terkena siraman foam pemadam api.

    Setelah api bisa dipadamkan - yang berlangsung selama kira2x 3 menit),
    petugas sempat menyalahkan mobil istri dengan mengatakan telah keluar api dari mesin.

    Istri tidak terima, dan mengatakan mesin selama ini tdk ada masalah karena baru saja turun mesin 2 bulan yang lalu,

    Setelah didebat demikian oleh istri,
    petugas sekarang menyalahkan knalpot mobil yang telah mengeluarkan api saat distart.

    Segera setelah mendapat kabar dari istri via HP, saya langsung ke lokasi dan menanyakan kejadian yang sesungguhnya kepada Istri, Petugas SPBU dan Polisi yang telah datang ke lokasi.

    Dari informasi diketahui bahwa kejadian tsb terjadi saat / bersamaan dengan pengisian BBM dari Truk Tanki ke SPBU.

    Saya tanyakan apa prosedur keamanan standar saat pengisian dari truk tanki,
    apakah boleh mobil atau motor juga mengisi bensin di saat yang sama.

    Tapi dari petugas SPBU,
    mereka tidak memberikan jabawan yang jelas dan seakan-akan mengelak untuk memberikan keterangan yang baku tentang Standar Operasional dan Prosedur (SOP).

    Mereka berkata bahwa selama ini tidak menjadi masalah,
    bila SPBU mengisi BBM dan pada saat yang sama juga melayani konusmen yang hendak mengisi bensin.

    Dari keterangan itu mereka cenderung menyalahkan bahwa mobil sayalah yang telah menjadi penyebab utama munculnya ledakan dan kebakaran tadi.

    Berbekal pengetahuan dari kakak saya yang seorang pekerja Safety Profesional di pengeboran minyak lepas pantai,
    dia mengatakan bahwa ledakan dan kebakaran yang terjadi pada kasus saya, bisa terjadi karena dua hal:
    1. Konsentrat uap bensin yang tinggi, yang mungkin timbul karena adanya kesalahan prosedur (kebocoran) yang terjadi saat pengisian dari truk tanki BBM ke SPBU.
    2. Adanya Spark dan/atau api yang menjadi pemicu, pemantik ledakan dan kebakaran tsb.

    Dua hal di atas adalah syarat mutlak,
    jika salah satu komponen / parameter di atas tidak ada,
    maka ledakan dan kebakaran tidak akan timbul.

    Sekarang jelas,
    adanya konsentrat uap bensin yang tinggi berasal dari kesalahan SOP pengisin BBM dari truk tanki ke tanki SPBU.

    Setelah itu,
    apakah kini benar bahwa penyebab ledakan dan kobaran api tsb adalah berasal dari kendaraan saya?
    kalau memang betul, pertanyaannya sekarang dari mana sumber api tsb?

    Lagi-lagi dari kakak saya tadi yang juga pernah menjadi mekanik kendaraan bermotor,
    kemungkinan besar spark atau asal api adalah berasal dari,
    STARTER MOTOR.

    Apakah starter motor mobil saya bermasalah?

    Selama starter motor kendaraan (apapun itu, baik baru atau lama) masih menggunakan sistem inti Brush,
    maka saat starter motor diaktifkan,
    secara normal di dalam komponen inti starter motor tsb pasti akan mengeluarkan percikan api yang kecil.

    Hal itu bisa dibuktikan bila kita menyalakan bor listrik tangan dan memperhatikan bagian dalam dari motor listrik tsb,
    yang biasanya bisa kita lihat dengan mengintip dari kisi-kisi ventilasi udara yang berfungsi untuk pelepasan panas dari motor.

    Tapi percikan api sekecil itupun, bahkan jika ada percikan api kecil lainnya yang mungkin timbul dari komponen sebuah relay terbuka yang aktif,
    sudah cukup untuk menyalakan api bila di udara telah terhimpun konsentrat uap gas yang tinggi.

    Maka bisa disimpulkan,
    hanya saja kebetulan saya yang sedang apes ketiban sial menyalakan mobil saat konsentrasi uap bensin di udara sedang tinggi.

    Jadi apapun mobilnya yang ada di lokasi pada saat itu,
    hampir bisa dipastikan akan mengalami hal yang sama karena adanya 2 kondisi di atas tadi:
    1. Konsentrat uap bensin yang tinggi.
    2. Percikan api dari starter motor mobil (yang memang normal).

    Bayangkan apa jadinya bila istri sejak awal menghentikan mobil di Dispenser no 2,
    lalu menyalakan mobil saat konsentrasi uap bensin yang tinggi ada di sana,
    pasti selain mobil ikut meledak dan terbakar,
    ditambah dengan tangki di mobil yang sudah terisi bensin,
    praktis nyala api akan lebih besar, menyambar kemana-mana, sulit untuk segera dipadamkan,
    dan yang kemudian juga akan melahap habis SPBU tsb.

    Secara bijak pihak SPBU menyadari dan mengetahui kesalahan mereka - yang tidak menutup SPBU saat pengisian dan mensterilkan lokasi pengisian dari konsentrat uap bensin yang berbahaya.

    Setelah saya katakan bahwa, untung saja kejadian-nya menimpa saya yang rahayat kecil,
    bagaimana kondisinya bila hal itu terjadi pada kendaraan pejabat tinggi, mobil perwira polisi atau mobil jenderal tentara?

    Pasti pihak SPBU akan dituntut dan dikenai sanksi hukum yang keras karena telah dianggap lalai dalam menjalankan tugas operasional pelayanan kepada masyarakat secara aman.

    Untuk menjadi bahan pelajaran bagi kita semuanya kedepan,
    dan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi,
    maka dengan rendah hati saya menghimbau kepada siapa saja yang hendak mengisi bensin di SPBU,
    sebaiknya diperhatikan atau pilih SPBU yang juga tidak sedang melaksanakan pengisian dari Truk tanki ke tanki penyimpanan SPBU.

    Dan kepada Pertamina saya juga menghimbau untuk melakukan SOP yang ketat,
    dimana pada saat pengisian BBM dari truk tanki ke tanki SPBU,
    SPBU sama sekali tidak boleh melayani dan/atau mengisikan BBM ke kendaraan konsumen dalam bentuk apapun (SPBU ditutup).

    Lebih jauhnya bila memungkinkan,
    setiap SPBU mempunyai alat monitor (gas meter) untuk bisa mengetahui level atau kadar uap bensin di udara,

    Dengan begitu pihak SPBU bisa mengantisipasi hal2x yang tidak diinginkan dari kebocoran atau kandungan uap besin yang tinggi di udara.

    Demikian pengalaman dan himbauan saya,
    mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kebaikan bersama,
    salam.

    Edited:
    Kalo bisa tolong sebarkan info ini seluas-luasnya.

    Skenario terburuk jika mobil terbakar, tanki bensin mobil ukut meledak dan terbakar,
    lalu tanki spbu ikut terbakar dan juga meledak ......

    Bayangkan sesudah kejadiian tsb,
    boro2x mobil atau kendaraan kita diganti oleh spbu,
    yang ada,
    udah kita rugi kehilangan mobil,
    kitapun masih dituntut ganti rugi oleh SPBU karena telah menjadi penyebab kebakaran besar tsb.

    WASPADALAH - WASPADALAH ......

  2. Delapan Satu
  3. #2
    Kopral Kepala
    Posts
    149
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    16 Mins 14 Secs
    Hebat neh TSnya, good article thanks for sharing, mudah2an gak terulang lagi....

  4. #3
    Kapten
    Location
    jakarta selatan
    Posts
    2,660
    Power
    19 
    M-Store Point
    0
    Online
    6 Days 23 Hrs 36 Mins 30 Secs
    yg pasti sih salah SPBU karena kalau konsentrat uap bensin tinggi di udara itu tidak normal, sedangkan mobil banyak sekali bagiannya yg mengeluarkan percikan api ( altenator, stater, delco / pengapian, extra fan / electric fan, relay-relay ) semua perangkat tsb tidak kedap terhadap uap bensin dan bisa menyambar sehingga terbakar, dan pom bensin wajib secara teknis mengantisipasi hal tsb, karena kalau tidak maka setiap hari akan ada pom bensin yg meledak.

    Bagai mana juga keamanan SPBU terhadap listrik statis ? meskipun di daerah lembab seperti di indonesia jarang terjadi tapi tetap ada dan mengandung resiko .

    Umumnya pom bensin yg mengisi BBM mempunyai ventilasi yg baik dan aman sehingga tidak terjadi penumpukan uap bensin jadi jika sekiranya kondisi ventilasi buruk ( tidak ada angin ), juga mungkin adanya pembuangan uap berlebihan dari tangki pengisian seharusnya pom bensin menutup dulu pengisian BBM oleh untuk kendaraan selama mengisi tangki pom bensin jika kondisi ventilasi lagi buruk / tidak memadai.

    Kalau soal keamanan memang di negeri kita agak kurang ... elpiji aja meledak dan banyak yg tewas, tapi nga ada yg dituntut dan dihukum karena kelalaian yg mengakibatkan hilangnya nyawa orang, padahal keamanan dari kebocoran pentil / valve dan regulator pembagian ( waktu konversi ) tabung elpiji adalah tanggung jawab pertamina dan valve / regulator tsb sering sekali bocor sehingga menyebabkan terjadinya konsentrat gas yg tinggi yg akhirnya meledak. :rolleyes:

  5. #4
    Letnan Dua
    Location
    menghadap laut
    Posts
    1,390
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    21 Hrs 51 Mins 19 Secs
    listrik statis bisa jadi pemantik api.. uap bensin bisa menyambar api dan berjalan menuju asal uap bensin..

  6. #5
    Letnan Satu
    Location
    Bhumi Shrivijaya
    Posts
    1,578
    Power
    16 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 4 Days 19 Hrs 55 Mins 49 Secs
    Memang... adatnya kita orang, senengnya nyalahin orang... Boro-boro minta maaf... Padahal kesalahan dari dirinya sendiri...

    Seharusnya pihak SPBU kalo lagi bongkaran begitu, jangan terima customer dulu... Paling berapa lama sih... Namanya customer kan beda-beda... Untung mobilnya Bos Herbid udah diservis total sebelumnya sehingga dapat dipastikan tidak ada masalah. Coba kalo yang ngisi di situ angkot atau metromini...

    Saya pernah punya pengalaman waktu naik angkot, dan angkotnya itu ngisi bensin di SPBU, ada penumpang yang dengan enaknya menyalakan rokoknya... Pas di dispenser lagi ! Langsung aja saya damprat abis-abisan!!! Kalo perlu adu otot juga ga papa... Demi nyawa...

    Thanks buat TS, mudah-mudahan jadi pelajaran buat kita semua :
    1. Matikan mesin kalo lagi ngisi
    2. Jangan ngisi kalo ada truk tanki lagi bongkar di situ
    3. Tetap tenang kalo ada kejadian.

  7. #6
    Mayor
    Location
    KL, MY
    Posts
    4,505
    Power
    32 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 3 Wks 5 Days 5 Hrs 58 Mins 42 Secs
    Thanks to a very useful & informative post!
    Btw kalo emang percikannya dari starter mobil TS, knp apinya gak nyala di mobil jg ya?

  8. #7
    Sersan Satu
    Posts
    416
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    Quote Originally Posted by mxs141001 View Post
    Thanks to a very useful & informative post!
    Btw kalo emang percikannya dari starter mobil TS, knp apinya gak nyala di mobil jg ya?
    Itu yang jujur saya gak bisa jawab.

  9. #8
    Letnan Jendral
    Location
    twincamers.blogspot.com
    Posts
    23,362
    Power
    105 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 3 Days 20 Hrs 32 Mins 7 Secs
    wah nice info nih
    twincamers.blogspot.com

  10. #9
    Mayor
    Location
    KL, MY
    Posts
    4,505
    Power
    32 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 3 Wks 5 Days 5 Hrs 58 Mins 42 Secs
    Quote Originally Posted by herbid View Post
    Itu yang jujur saya gak bisa jawab.
    Mungkin ada penjelasan laen atas penyebabnya, alias bukan dari percikan api starter itu.

  11. #10
    Kopral Dua
    Posts
    36
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 10 Hrs 42 Mins 45 Secs
    wah infonya bagus bget bos..
    ak baru ngerti nieh klo ada standart begtan..
    biasa pom jarang ditutp klo lagi isi..

 

 
Page 1 of 2 12 LastLast
Mega Glodok Kemayoran Venom 300x250

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Hati-Hati dgn Tempat Cuci Mobil di SPBU Ciledug
    By y_anjasrana in forum Suara Konsumen
    Replies: 38
    Last Post: 15th June 2015, 15:06
  2. Replies: 30
    Last Post: 7th January 2014, 08:06
  3. ETIKA dalam mengisi bahan bakar di SPBU
    By AP in forum Automotive
    Replies: 65
    Last Post: 27th July 2013, 01:20
  4. Tips mengisi bensin ^^
    By otus in forum Automotive
    Replies: 38
    Last Post: 26th July 2013, 22:41
Back to top