Etnis Tionghoa Pertama Lulusan AKPOL, jadi headline BBC London

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 5 12345 LastLast
Results 1 to 10 of 46
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/192409
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Honoured Member
    Location
    MODIFIKASI.COM
    Posts
    18,291
    Power
    126 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Mths 2 Wks 4 Days 15 Hrs 30 Mins 4 Secs

    Etnis Tionghoa Pertama Lulusan AKPOL, jadi headline BBC London


    Etnis Tionghoa pertama lulus Akpol

    Keputusan Happy Saputra masuk akademi kepolisian tidak direncanakan
    Happy Saputra merupakan segelintir warga Indonesia keturunan Tionghoa yang menjadi perwira polisi, sebuah pilihan yang dibentuk oleh sikap keluarganya yang tidak disibukkan oleh sebutan sebagai kelompok minoritas.

    "Mama selalu bilang 'kamu beda, tetapi bukan berarti berbeda'," kata Happy Saputra yang lulus dari Sekolah Akademi Kepolisian di Semarang, setahun lalu.

    "Dalam arti tak boleh membeda-bedakan diri, walaupun kamu keturunan Tionghoa, tetapi kamu tetap harus berbaur," jelas Happy saat ditemui BBC di asrama Polda Jawa Timur di Surabaya.

    Lelaki kelahiran 4 Juli 1984 ini sekarang bertugas di Polres Ponorogo, Jawa Timur, dengan pangkat Inspektur tingkat dua atau Ipda.

    Happy lulus cemerlang dari akademi kepolisian sebagai 20 orang lulusan terbaik. Dia sempat pula dipilih mengikuti pertukaran taruna kepolisian ke Korea Selatan dan Jepang.

    Namun demikian Happy yang punya nama lain Law Kwan Kwang ini mengaku apa yang dilakoninya sekarang tidak datang dengan tiba-tiba.

    Nasihat sang ibu agar dia berbaur dengan warga mayoritas etnis Betawi di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Kalisari, Jakarta Timur, membuatnya "tidak pilih-pilih teman".

    Happy menuturkan dia menuruti nasihat ibu agar tidak pilih-pilih teman

    "Saya pun berteman dengan tukang ojek (di lingkungan tempat tinggalnya), karena saya suka motor. Sehingga ketika saya dewasa, mereka tahu saya. Mereka bahkan menyebut saya 'Oh itu Si Acong anaknya Soi Song'... Mereka menyebut hal seperti itu bukan untuk menjelekkan, tapi cuma label, karena banyak panggilan saya, seperti Acong, Ahong, Encek, Cokin. Tapi saya senang," jelas Happy seraya tertawa lebar.

    Happy tidak setuju jika panggilan seperti itu disebut sebagai bentuk penghinaan.

    "Kalau penghinaan, berarti saya akan disakiti. Tapi mereka care (perhatian) dengan saya," tandas Happy, anak ketiga dari empat bersaudara, dari pasangan Syahrial Efay dan Songgowati Tjoeng ini.

    Sikap seperti ini kemudian mengantarnya masuk sekolah menengah atas negeri, yang lebih dari 85% siswanya beragama Islam dan bukan etnis Tionghoa.

    Di SMA Negeri 98 ini, Happy kemudian bersahabat dengan teman-teman Muslim. Salah-seorang sahabatnya itulah yang kemudian mendorongnya masuk akademi kepolisian, setelah dia meraih titel sarjana dari Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina Nusantara.

    Pergaulannya yang melampaui latar etnis, juga membuat Happy dan keluarganya tidak begitu khawatir ketika kerusuhan berbau etnis meledak tahun 1998 di sebagian wilayah Jakarta.



    Kalau parkir, biasanya mereka memaksa untuk meminta upah lebih. Hal-hal seperti itu membuat saya sedih

    Disaat kepanikan timbul melanda kelompok etnisnya, ibunya, Songgowati Tjoeng kembali menjadi sandaran Happy yang saat itu beranjak remaja. Juga teman-temannya secara tulus memberi perlindungan terhadap dirinya.

    "Karena sejak kecil bermain dengan mereka, sehingga mereka tahu bahwa keluarga saya tidak seperti di media massa yang menutup diri. Dan terbukti, saat kerusuhan itu, kawasan tempat saya tinggal aman-aman saja," jelasnya.

    Kendati demikian, Happy sebagai warga etnis Tionghoa mengaku pernah mengalami perlakuan diskriminatif.

    Dia memberi contoh sikap seorang pedagang di sebuah pasar di Jakarta Selatan yang menaikkan harga barang setelah melihat wajahnya. Juga pengalamannya, diperlakukan diskriminatif oleh seorang juru parkir.

    "Kalau parkir, biasanya mereka memaksa untuk meminta lebih. Hal-hal seperti itu membuat saya sedih," katanya.

    Namun Happy buru-buru kemudian menambahkan. "Tapi kembali lagi, karena konsep saya kuat, ya sudahlah saya anggap ini sebagai cerita 'lain' di Jakarta 'lain' yang harus saya pahami. Saya tak boleh menyamakan (kasus ini) dengan di Kali Besar. Suatu saat nanti saya bisa atasi semua ini," tegasnya.

    Dia menambahkan langkah seperti ini juga dia terapkan di lingkungannya. Sebagai minoritas, Happy mengaku tidak mau memakai kacamata kuda dalam melihat sesuatu.

    "Dalam arti hanya melihat satu sisi, seolah-seolah semua orang Indonesia sepert itu. Padahal tidak! Nah, kita harus memberitahu mereka bahwa Indonesia tidak seperti itu."

    Tiga tahun lalu, kehadiran sosok Happy sebagai salah-seorang dari 300 taruna Akademi Kepolisian di Semarang angkatan 2007, sempat menyedot perhatian. Dia saat itu merupakan satu-satunya yang berlatar dari etnis Tionghoa.

    Sebuah laporan media lokal saat itu menyebut kehadiran Happy itu sebagai "peristiwa langka", atau "sebuah keanehan seorang etnis Tionghoa bekerja di sektor pejabat publik".

    Laporan-laporan itu menyebut Law Kwan Kwang -nama lain Happy Saputra- sebagai orang Tionghoa Indonesia pertama yang masuk akademi elit kepolisian tersebut.



    Padahal menurut Happy, keputusannya masuk akadami kepolisian itu tidak direncanakan jauh-jauh hari. Saat itu dia hampir menyelesaikan masa kuliah strata 1 di Universitas Bina Nusantara.

    Adalah seorang sahabatnya yang mendorong agar dia menjadi polisi. Alasannya karena "cara dia bergaul yang berbeda dengan kebanyakan etnis Tionghoa lainnya." Lainnya adalah kemampuannya dalam berbahasa Inggris dan Mandarin.

    "Sahabat saya itu mengatakan 'polisi sekarang membutuhkan figur yang berbeda'. Kini menurutnya, polisi butuh pencitraan yang beda. Nggak lagi seperti dulu, berkumis atau berkacamata hitam," ungkapnya.

    Walaupun merasa rendah diri, Happy akhirnya mendaftarkan diri. Sempat khawatir karena latar belakang etnisnya, Happy kemudian mampu menepis semua itu.

    Dia bersama 300 orang lainnya diterima masuk akademi kepolisian yang dikenal elit itu, dari 12.000 pelamar.

    Dia juga patut berbangga karena perekrutan akademi kepolisian tahun 2007 itu "dianggap paling bersih dibandingkan proses rekrutmen tahun-tahun sebelumnya".

    "Rekrutmen tahun 2007, segala elemen masyarakat mulai wartawan sampai LSM, boleh melihat sampai ke dalam. Mereka bisa melihat penilaian rekrutmen Akpol. Dan saya tidak terdeteksi sedikitpun bahwa 'ini orang titipan', bahwa 'Happy bayar ke sini untuk masuk Akpol'. Semua tidak terbukti."

    Bahkan menurutnya, wartawan sempat mendatangi rumahnya, saat itu. Mereka mengecek kekayaan ibunya, serta meneliti siapa saja yang dikenal ayahnya.

    "Ternyata tidak terbukti semua. Inilah yang membuat saya cukup berbangga hati, karena orang tua saya cuma mengeluarkan uang Rp 38.000,00 untuk membeli meterai 3 lembar, serta uang makan," paparnya.

    Tahun lalu, Happy lulus dari akademi itu dengan nilai cemerlang bersama 20 taruna lainnya. Dia bahkan sempat mewakili Akpol untuk pertukaran pelajar ke Korea Selatan dan Jepang.




    "BIASAKAN YANG BENAR, JANGAN BENARKAN YANG BIASA"

    untuk informasi represented member dan pemasangan iklan silahkan menghubungi 0855-786-0855

  2. SbcAgent
  3. #2
    ID Ini Dicurigai Melakukan Penipuan di http://modifika.si/586663
    Location
    Unknown
    Posts
    28,627
    Power
    134 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 4 Hrs 39 Mins 17 Secs
    nice post mod
    udah liat di sebelah

  4. #3
    Brigadir Jendral
    Location
    somewhere.............
    Posts
    10,740
    Power
    340 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 17 Hrs 7 Mins 36 Secs
    nice share mod

  5. #4
    Kapten
    Location
    Jakarta - Tangerang
    Posts
    2,981
    Power
    68 
    M-Store Point
    0
    Online
    7 Mths 3 Wks 2 Days 17 Hrs 8 Mins 14 Secs

    Thumbs up

    keren om :smt023 :smt023 :smt023

  6. #5
    Prajurit
    Posts
    21
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Mins 39 Secs

    Thumbs up

    go Happy go tetaplah berpribadi yang demikian ... sukses untuk kita semua...

  7. #6
    Brigadir Jendral
    Posts
    10,103
    Power
    228 
    M-Store Point
    0
    Online
    22 Hrs 2 Mins 5 Secs
    salut buat threadnya!!!!!!!!

  8. #7
    Letnan Kolonel
    Location
    New Anugerah Racing Performance-Listyomoto Racing Fabrications
    Posts
    6,224
    Power
    23 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 7 Hrs 9 Mins 41 Secs
    mantab.....

  9. #8
    Kapten
    Location
    jakarta
    Posts
    2,663
    Power
    13 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Mths 1 Wk 3 Days 4 Hrs 53 Mins 19 Secs
    Two thumbs up...

  10. #9
    Mayor
    Location
    Surabaya
    Posts
    3,475
    Power
    14 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 1 Day 14 Hrs 30 Mins 27 Secs
    salut dah.. whos the next???

  11. #10
    Kapten
    Location
    jakarta
    Posts
    2,663
    Power
    13 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Mths 1 Wk 3 Days 4 Hrs 53 Mins 19 Secs
    Up...........

 

 
Page 1 of 5 12345 LastLast
Mega Glodok Kemayoran NGK Busi

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. WTS Mazda Rotary 20BT - Jadi yang pertama pake di jalan,...
    By BRAP in forum Jual Beli Mesin Lainnya
    Replies: 13
    Last Post: 30th August 2013, 01:20
  2. Replies: 31
    Last Post: 5th December 2012, 13:09
  3. t4 audio lulusan audioworkshop
    By gi_ty in forum Diskusi Instalasi
    Replies: 5
    Last Post: 23rd August 2006, 21:00
Back to top