101 in Amp Damping
Scuto Laminating Simota

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 30
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/17608
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Mayor
    Location
    Grand Central West Side
    Posts
    3,206
    Power
    33 
    M-Store Point
    1
    Online
    6 Days 23 Hrs 47 Secs

    101 in Amp Damping

    g liat dr spec ampli spt eton/steg...dampingnya >1000...ini dihitung drmn dan ini beneran ato cuma asal itung aje...kalo mank bener seh dahsyat neh amplie hehehe mhn pencerahannya suhu2

  2. Eagle Eyes
  3. #2
    Sersan Satu
    Location
    Bandung
    Posts
    369
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    36 Mins 41 Secs
    Data lengkapnya bagaimana? Berapa watt powernya? Damping 1000 itu di frekuensi berapa?
    It has been remarked that if one selects his own components, builds his own enclosure, and is convinced he has made a wise choice of design, then his own loudspeaker sounds better to him than does anyone else's loudspeaker.

  4. #3
    Mayor
    Location
    Grand Central West Side
    Posts
    3,206
    Power
    33 
    M-Store Point
    1
    Online
    6 Days 23 Hrs 47 Secs
    Quote Originally Posted by tantra
    Data lengkapnya bagaimana? Berapa watt powernya? Damping 1000 itu di frekuensi berapa?
    eton
    http://www.eton-gmbh.de/dlstream.php?FileId=122

    steg
    http://www.audio-system.de/pics_steg/tec.gif


    Mohon pencerahannya pak tantra :smt007

  5. #4
    Sersan Satu
    Location
    Bandung
    Posts
    369
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    36 Mins 41 Secs
    Data-datanya kurang jelas. Biasanya, damping factor itu diukur terhadap beban 8ohm, pada frekuensi 1khz. Angka DF bisa dimainkan (misalkan diukur pada frekuensi rendah, atau diukur terhadap beban yang tidak normal, spt 1000ohm).

    Kurva damping factor itu menurun terhadap frekuensi, bukan bilangan yang konstan.

    Contoh : bila 1 power amplifier damping factornya dikatakan "DF=100 pada 1khz untuk speaker 8ohm", maka umumnya, secara teoritis gambaran damping factornya ialah sbb:

    10hz DF= 10000
    100hz DF=1000
    1khz DF=100
    10khz DF=10
    (turun 10x setiap kali frekuensi naik 10x)

    Bisa dilihat, pada frekuensi 10hz dampingnya 10000, pada 10khz dampingnya tinggal 10.

    Karena datanya tidak jelas, kita tidak tahu di frekuensi berapa DF tersebut diukur.

    Semua power (mau yang harga 200rb atau 50jt) kalau diukur di 20hz mungkin angka DFnya lebih dari 1000.

    Secara umum, makin besar rating watt sebuah power, DFnya secara alamiah akan makin besar.

    Contoh dari spek DF yang jelas bisa dilihat disini : http://www.mc2-audio.co.uk/mc1250/spec.asp
    "Damping Factor 1 kHz, 8 ohms: > 1000"
    It has been remarked that if one selects his own components, builds his own enclosure, and is convinced he has made a wise choice of design, then his own loudspeaker sounds better to him than does anyone else's loudspeaker.

  6. #5
    Letnan Kolonel
    Location
    Semarang
    Posts
    5,924
    Power
    73 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Mins 52 Secs
    Maaf bertanya pak...
    Damping factor itu apa..??
    Apa pengaruhnya terhadap kualitas audio misalkan diambil contoh DF 1k pada 8 ohm : > 1000 berarti di frekuensi 1k Hz apa yang terjadi....
    Maaf newbie dan ingin belajar....
    Terima kasih

  7. #6
    Sersan Satu
    Location
    Bandung
    Posts
    369
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    36 Mins 41 Secs
    DF itu secara rumus ialah perbandingan antara "Zload/Zout" sebuah amplifier. Ini agak susah dimengertinya. DF lebih mudah dimengerti kalau dikatakan sebagai "kemampuan amplifier untuk mengontrol speaker". Amplifier yang DFnya besar mampu mengontrol pergerakan konus speaker sesuai dengan keinginan si power tsb. Kalau DF amplifiernya kecil, pergerakan konus speaker relatif lebih "bebas" dari kontrol si power amp.
    DF besar atau kecil sama-sama bisa menghasilkan suara yang enak. Amplifier yang DFnya kecil misalnya amplifier tabung (yang pakai OT).
    It has been remarked that if one selects his own components, builds his own enclosure, and is convinced he has made a wise choice of design, then his own loudspeaker sounds better to him than does anyone else's loudspeaker.

  8. #7
    Letnan Kolonel
    Location
    Semarang
    Posts
    5,924
    Power
    73 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Mins 52 Secs
    Berarti apabila DF nya kecil, power hanya mengontrol sebagian dari speaker begitu pak??...sisanya adalah bergantung kepada kemampuan speaker tersebut?? Apabila DF nya besar yang lebih berperan dalam pengaturan output speakernya adalah sebagian besar dari powernya...??Intinya apabila DF nya besar yang lebih berpengaruh ke suaranya adalah powernya...??tentunya tanpa mengabaikan kemampuan speaker tersebut tentunya..
    Maaf ya pak banyak bertanya...
    Betul2 saya kurang paham masalah ini
    Terima kasih

  9. #8
    Sersan Satu
    Location
    Bandung
    Posts
    369
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    36 Mins 41 Secs
    Hi, yoko_84

    Coba anda buka di Wikipedia tentang Damping Factor.
    Damping factor teoritis itu bisa besar sekali, pada kenyataannya DF tidak bisa sebesar di teori.

    Ada analogi yang mungkin mudah dimengerti. Bayangkan ada sedang melihat sebuah subwoofer dari sangat dekat, dari pinggir. Subwoofer ini diberi sinyal, misalnya 50hz, konusnya kan akan bergetar, keatas-kebawah.

    Lalu tiba-tiba anda tarik kabel speakernya (subwoofer terlepas hubungannya dari power amp).

    Konus subwoofer itu tidak mungkin langsung berhenti. Dari bergetar, dia akan makin pelan, makin pelan gerakannya sampai berhenti total. Ini alamiah, konus subwoofer tsb perlu waktu untuk berhenti sendiri, karena masih ada energi kinetik yang tersebar di massa konus speaker tsb.

    Power amp yang DFnya besar bisa mengontrol pergerakan konus speaker dengan ketat. Bila power amp (PA) memerintahkan "bergetar!", maka konus speaker akan bergetar. Bila PA memerintahkan "berhenti!" maka konus speaker akan seketika itu juga berhenti bergetar.

    Bila power amp lain DFnya kecil, dia tidak bisa se"strict" itu mengontrol pergerakan konus speaker. Pada saat PA memerintahkan "berhenti!", konus speaker masih akan bergetar perlahan, sesuai dengan sifat alamiahnya, tidak akan langsung berhenti, karena PA yang ini DFnya kecil.

    Wah, susah juga menerangkannya. Apa terbayang?
    It has been remarked that if one selects his own components, builds his own enclosure, and is convinced he has made a wise choice of design, then his own loudspeaker sounds better to him than does anyone else's loudspeaker.

  10. #9
    Mayor
    Location
    DKI/BSD
    Posts
    3,461
    Power
    14 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 19 Hrs 47 Mins 51 Secs
    wow...penjelasannya top banget pak...selama ini sy cuman tau dari kata orang kalo..DF besar bagus..stlh baca ini, jadi jelas sebab musababnya....tx
    ____________
    0812-951-3972

  11. #10
    Sersan Kepala
    Location
    dreamland (batam)
    Posts
    642
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    8 Mins 37 Secs
    wuiii hebat nih penjelasannya bos tantra top :smt023

 

 
Page 1 of 3 123 LastLast
Venom 300x250

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Rboy-----> EDFC Electronic Damping Force Controller TEIN
    By Rboy in forum Bursa Kaki Lainnya
    Replies: 2
    Last Post: 14th March 2012, 09:08
  2. Peredam - Noise Damping yang benar
    By LA_Light in forum UnSCAC- Hwely Audio
    Replies: 16
    Last Post: 14th March 2009, 00:40
  3. Damping factor
    By flamefox850 in forum Diskusi Power Amplifier
    Replies: 1
    Last Post: 11th March 2009, 22:12
  4. nanya power yg damping factornya gede
    By dexza in forum Diskusi Power Amplifier
    Replies: 21
    Last Post: 27th August 2006, 14:39
Back to top