tanya genesis
Scuto Laminating Simota

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 16
Thread: tanya genesis
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/161705
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Sersan Mayor
    Posts
    843
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A

    tanya genesis

    salam kenal ko hwelly....


    saya saat ini make speaker dyn esotar t330d dan midbass 17wlq
    nah saya dapet 1 genesis dmx untuk (sementara) ke midbass
    skrg bingung untuk tweeternya
    ada temen nawarin dm, harganya cukup mahal untuk dm unit only, hampir sama dg harga dmx di bursa
    masalahnya, sekilas saya mendengar (dicoba pada midbass dyn, krn tweeter nya lg dibuat pilar wkt itu), karakter dm lebih detail dan lebih bright drpd dmx
    tp rekomen temen2 di sini untuk memakai dmx drpd dm untuk tweeter esotar, karena power untuk ngangkat dyn ini butuh besar...
    Sekalipun begitu, apakah menilai power itu hanya dari besarnya output yg dihasilkan?
    bagaimana dg karakter power itu sendiri?

    sebenernya saya sudah dapet masukan dari kawan2 dan suhu2 di sini
    tp pengen denger saran ko hwelly ini supaya lebih mantap menentukan pilihan
    klo ko hwelly mau bisa masuk sekalian ke forum diskusi power, ttg "power yg bagus untuk dynaudio"

    thanks sebelumnya bro....

  2. Eagle Eyes
  3. #2
    Represented Member
    Location
    Surabaya, Ph, W-App:082141139097. YM/email: unscac@yahoo.com
    Posts
    8,419
    Power
    19 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 4 Hrs 54 Mins 40 Secs
    Memang ada banyak spekulasi soal Dyn, sudah dari dulu terkenal kalau Dyn menuntut power gede utnuk mengeluarkan detilnya. Well, tanpa mengurangi hormat saya pada 'suhu' yang lain, saya pribadi perpendapat kalau hal itu tidak logis, dan saya sendiri membuktikan hal tersebut.

    1. Setiap speaker dituntut untuk bisa mengeluarkan karakter aslinya pada supply 1 WATT , dan semua data sheet pengukuran juga dilakukan pada kondisi tersebut. Dengan kata lain, TIDAK ADA HUBUNGAN antara 100W atau 500W dengan karakter speaker tersebut.

    2. WATT berhubungan dengan SPL max. TIDAK ADA HUBUNGAN DENGAN JANGKAUAN FREQ. Contohnya kalau sebuah power dari pabrik/merek yang sama, dengan karakter suara yang sama, satunya 250W dikomparekan dengan 50W dan waktu komparasi kita menggunakan gain level yang tidak terlalu besar sehingga speaker cuma diberi daya 20W, maka output suaranya tidak akan berbeda terlalu jauh, some said malah yang watt kecil akan tampil lebih lincah. Namun waktu level kita gedekan, maka power 50W akan mulai terdengar 'kasar' karena THD (distorsi suara) akan meningkat tajam, sementara yang 250W akan tampil tenang seperti tidak terjadi apa-apa.

    3. Magnet gede = minta watt gede ADALAH SALAH! Salah sangka sekali itu, yang benar, magnet gede = efisiensi tinggi, energy max lebih besar. Karena tenaga suara merupakan gabungan antara tenaga power dengan tenaga magnet. Dengan kata lain, Esotar yang magnetnya segede itu, malah tidak memerlukan watt besar untuk bernyanyi. In Fact, di Home Audio kelas HiEnd dimana Esotar sebenarnya diperuntukkan, sangat sulit bagi kita untuk memimpikan power hingga ratusan watt, beberapa penggemar power tabung malah menggunakan power <10W, kalaupun 20W aja udah termasuk power besar.

    Jadi kesimpulan saya:
    1. Power TIDAK diperlukan untuk melihat karakter suara, aku sendiri biasa menggunakan power internal Head unit untuk membandingkan karakter dan kualitas speaker. Dan itu tidak akan berubah dengan apapun jenis power yang digunakan. Jadi tidak akan terjadi speaker A VS B, waktu pakai power HU, terasa jangkauan high dan clarity A lebih unggul, namun waktu dipasang di power 100W, score akan berbalik untuk B. Tidak pernah terjadi itu.

    2. System 2way itu sendiri cacat! Dengan 2way, APALAGI dengan karakter ESOTAR yang MEMANG tidak didesain untuk berlari di freq rendah maka TIDAK BOLEH terjadi sampai jarak tweeter dan midbass terlalu jauh. Bahkan di Home Audio sendiri, waktu orang pasang ESOTAR, mereka sampai memotong flange tweeter -yang memang agak super besar- supaya jarak midbass dan ujung tweeter bisa lebih dekat, itu supaya suara antara tweeter dan midbass lebih 'nyambung' Jadi aplikasi esotar di system 2way di mobil dengan jarak hingga 80cm memang agak konyol.

    Solusi:
    1. Pasang midrange, cari yang impedansinya sama (karena yang aku tahu, esotar banyak beredar yang 8ohm). Namun solusi ini juga agak sulit, mengingat fisik esotar sendiri sudah over-sized sehingga menambah midrange akan semakin bikin 'rese'

    2. Lupakan soal esotar dan memulai hidup baru :smt005 :smt005

    Eh, ehm, just kidding. :smt003
    JOIN THE UnSCAC'S!!!!
    Follow us on Facebook and instagram: Hwely Unscac

    New Avexis FU6s on:
    http://www.modifikasi.com/showthread...ur-Entry-Level!
    UnSCAC's forum onhttp://www.modifikasi.com/forumdisplay.php?s=&daysprune=&f=117


    Bagi yang ingin berkonsultasi secara personal, bisa melalui:
    E-MAIL: unscac@yahoo.com
    Whatsapp, Cell : 082141139097
    Line: Hwely

    Please DON'T sent via PM!!!

  4. #3
    Letnan Kolonel
    Location
    klaten
    Posts
    6,539
    Power
    40 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 1 Wk 1 Day 1 Hr 40 Mins 16 Secs
    Quote Originally Posted by UnSCAC View Post
    Memang ada banyak spekulasi soal Dyn, sudah dari dulu terkenal kalau Dyn menuntut power gede utnuk mengeluarkan detilnya. Well, tanpa mengurangi hormat saya pada 'suhu' yang lain, saya pribadi perpendapat kalau hal itu tidak logis, dan saya sendiri membuktikan hal tersebut.

    1. Setiap speaker dituntut untuk bisa mengeluarkan karakter aslinya pada supply 1 WATT , dan semua data sheet pengukuran juga dilakukan pada kondisi tersebut. Dengan kata lain, TIDAK ADA HUBUNGAN antara 100W atau 500W dengan karakter speaker tersebut.

    2. WATT berhubungan dengan SPL max. TIDAK ADA HUBUNGAN DENGAN JANGKAUAN FREQ. Contohnya kalau sebuah power dari pabrik/merek yang sama, dengan karakter suara yang sama, satunya 250W dikomparekan dengan 50W dan waktu komparasi kita menggunakan gain level yang tidak terlalu besar sehingga speaker cuma diberi daya 20W, maka output suaranya tidak akan berbeda terlalu jauh, some said malah yang watt kecil akan tampil lebih lincah. Namun waktu level kita gedekan, maka power 50W akan mulai terdengar 'kasar' karena THD (distorsi suara) akan meningkat tajam, sementara yang 250W akan tampil tenang seperti tidak terjadi apa-apa.

    3. Magnet gede = minta watt gede ADALAH SALAH! Salah sangka sekali itu, yang benar, magnet gede = efisiensi tinggi, energy max lebih besar. Karena tenaga suara merupakan gabungan antara tenaga power dengan tenaga magnet. Dengan kata lain, Esotar yang magnetnya segede itu, malah tidak memerlukan watt besar untuk bernyanyi. In Fact, di Home Audio kelas HiEnd dimana Esotar sebenarnya diperuntukkan, sangat sulit bagi kita untuk memimpikan power hingga ratusan watt, beberapa penggemar power tabung malah menggunakan power <10W, kalaupun 20W aja udah termasuk power besar.

    Jadi kesimpulan saya:
    1. Power TIDAK diperlukan untuk melihat karakter suara, aku sendiri biasa menggunakan power internal Head unit untuk membandingkan karakter dan kualitas speaker. Dan itu tidak akan berubah dengan apapun jenis power yang digunakan. Jadi tidak akan terjadi speaker A VS B, waktu pakai power HU, terasa jangkauan high dan clarity A lebih unggul, namun waktu dipasang di power 100W, score akan berbalik untuk B. Tidak pernah terjadi itu.

    2. System 2way itu sendiri cacat! Dengan 2way, APALAGI dengan karakter ESOTAR yang MEMANG tidak didesain untuk berlari di freq rendah maka TIDAK BOLEH terjadi sampai jarak tweeter dan midbass terlalu jauh. Bahkan di Home Audio sendiri, waktu orang pasang ESOTAR, mereka sampai memotong flange tweeter -yang memang agak super besar- supaya jarak midbass dan ujung tweeter bisa lebih dekat, itu supaya suara antara tweeter dan midbass lebih 'nyambung' Jadi aplikasi esotar di system 2way di mobil dengan jarak hingga 80cm memang agak konyol.

    Solusi:
    1. Pasang midrange, cari yang impedansinya sama (karena yang aku tahu, esotar banyak beredar yang 8ohm). Namun solusi ini juga agak sulit, mengingat fisik esotar sendiri sudah over-sized sehingga menambah midrange akan semakin bikin 'rese'

    2. Lupakan soal esotar dan memulai hidup baru :smt005 :smt005

    Eh, ehm, just kidding. :smt003
    Wkwkwkwkwk...,saran nomor 2nya bikin ngakak....... Trus kalo forget about esotar, lalu penggantinya apa neh...? R7000 plus RM120 ya suhu? Hehehee

  5. #4
    Sersan Dua
    Posts
    218
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Hrs 21 Mins 36 Secs
    mungkin bukan cacat tapi kurang sempurna.... :grin:

  6. #5
    Sersan Mayor
    Posts
    843
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    Quote Originally Posted by UnSCAC View Post
    Memang ada banyak spekulasi soal Dyn, sudah dari dulu terkenal kalau Dyn menuntut power gede utnuk mengeluarkan detilnya. Well, tanpa mengurangi hormat saya pada 'suhu' yang lain, saya pribadi perpendapat kalau hal itu tidak logis, dan saya sendiri membuktikan hal tersebut.

    1. .....

    2. .....

    3. .....



    Solusi:
    1. Pasang midrange, cari yang impedansinya sama (karena yang aku tahu, esotar banyak beredar yang 8ohm). Namun solusi ini juga agak sulit, mengingat fisik esotar sendiri sudah over-sized sehingga menambah midrange akan semakin bikin 'rese'

    2. Lupakan soal esotar dan memulai hidup baru :smt005 :smt005

    Eh, ehm, just kidding. :smt003
    this is the most reasonable reason for me untill now

    well, the truth is, speakernya udah ready pake 3 way dg softdomenya dyn... yes its true, pemandangan di mobil saya emang jadi "rese" secara dead point of view jadi besar, nutupin sana sisni, tp since saya pengendara mobil dg prinsip "alon2 asal kelakon", itu ga jadi masalah dengan saya...

    sistem 3 way yg sudah terpasang itu tadinya mau saya aktifkan 2 way dulu dengan mematikan mid dyn, karena masukan yg saya dapet, hampir semua bilang "go with 3 dmx since dyn need a lot of power to make it sing". tp dengan masukan boss hwely ini, installer saya dan saya memutuskan untuk memakai dm instead..

    untuk mengganti dyn?
    hmmmm.... itu memang bisa jadi pertimbangan... tp pengalaman dan tantangan dalam dyn ini sedikit banyak menggiurkan untuk saya dan installer saya...
    we stay with the dyn....

    pertanyaan berikutnya boss hwely:
    jika memang power dengan watt lebih kecil akan menghasilkan distorsi lebih cepat drpd power dg watt besar, saya memiliki beberapa option, dan meminta pendapat boss hwely untuk itu:

    1. memakai 2 DM untuk drive mid dan tweeter dg konfigurasi:
    @DM di bridge untuk mendrive mid dan tweeter (kiri 1 power, kanan 1 power)

    power DM (bridge) --> pasif xo (mid dan tweeter jadi satu) --> mid dan tweeter kanan
    power DM (bridge) --> pasif xo (mid dan tweeter jadi satu) --> mid dan tweeter kiri

    2. memakai 2 DM untuk mendrive mid dan tweeter dg konfigurasi:
    1 DM untuk mid, 1 DM untuk tweeter (keduanya tidak di bridge)

    power DM --> pasif xo mid --> mid
    power DM --> pasif xo tweeter --> tweeter

    nah, installer saya menyarankan untuk memilih opsi ke-1, secara pasif xo yang digunakan hanya 1 (mid dan tweeter pasif xo nya menjadi 1 kesatuan, lebih baik dripada terpisah), dan power yg di bridge memiliki daya yg lebih besar....

    apakah kerugian jika power di bridge? apakah suaranya menjadi lebih kasar atau gmn boss hwely?
    atau apakah lebih baik menggunakan 1 DM saja dg suatu alasan tertentu?
    jika "ya" alesannya apa?

    well, saran boss hwely sangat-sangat berarti untuk saya dan installer saya
    Thanks banget boss dr kami ber-2
    :smt023:smt023:smt023:smt023:smt023:smt023

  7. #6
    Represented Member
    Location
    Surabaya, Ph, W-App:082141139097. YM/email: unscac@yahoo.com
    Posts
    8,419
    Power
    19 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 4 Hrs 54 Mins 40 Secs
    Quote Originally Posted by Mas Penk View Post
    mungkin bukan cacat tapi kurang sempurna.... :grin:
    Aku kategorikan cacat bos, karena kesalahannya agak prinsip. :p
    JOIN THE UnSCAC'S!!!!
    Follow us on Facebook and instagram: Hwely Unscac

    New Avexis FU6s on:
    http://www.modifikasi.com/showthread...ur-Entry-Level!
    UnSCAC's forum onhttp://www.modifikasi.com/forumdisplay.php?s=&daysprune=&f=117


    Bagi yang ingin berkonsultasi secara personal, bisa melalui:
    E-MAIL: unscac@yahoo.com
    Whatsapp, Cell : 082141139097
    Line: Hwely

    Please DON'T sent via PM!!!

  8. #7
    Represented Member
    Location
    Surabaya, Ph, W-App:082141139097. YM/email: unscac@yahoo.com
    Posts
    8,419
    Power
    19 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 4 Hrs 54 Mins 40 Secs
    Quote Originally Posted by ardhi View Post
    this is the most reasonable reason for me untill now

    untuk mengganti dyn?
    hmmmm.... itu memang bisa jadi pertimbangan... tp pengalaman dan tantangan dalam dyn ini sedikit banyak menggiurkan untuk saya dan installer saya...
    we stay with the dyn....

    pertanyaan berikutnya boss hwely:
    jika memang power dengan watt lebih kecil akan menghasilkan distorsi lebih cepat drpd power dg watt besar, saya memiliki beberapa option, dan meminta pendapat boss hwely untuk itu:

    1. memakai 2 DM untuk drive mid dan tweeter dg konfigurasi:
    @DM di bridge untuk mendrive mid dan tweeter (kiri 1 power, kanan 1 power)

    power DM (bridge) --> pasif xo (mid dan tweeter jadi satu) --> mid dan tweeter kanan
    power DM (bridge) --> pasif xo (mid dan tweeter jadi satu) --> mid dan tweeter kiri

    2. memakai 2 DM untuk mendrive mid dan tweeter dg konfigurasi:
    1 DM untuk mid, 1 DM untuk tweeter (keduanya tidak di bridge)

    power DM --> pasif xo mid --> mid
    power DM --> pasif xo tweeter --> tweeter

    nah, installer saya menyarankan untuk memilih opsi ke-1, secara pasif xo yang digunakan hanya 1 (mid dan tweeter pasif xo nya menjadi 1 kesatuan, lebih baik dripada terpisah), dan power yg di bridge memiliki daya yg lebih besar....

    apakah kerugian jika power di bridge? apakah suaranya menjadi lebih kasar atau gmn boss hwely?
    atau apakah lebih baik menggunakan 1 DM saja dg suatu alasan tertentu?
    jika "ya" alesannya apa?

    well, saran boss hwely sangat-sangat berarti untuk saya dan installer saya
    Thanks banget boss dr kami ber-2
    :smt023:smt023:smt023:smt023:smt023:smt023
    Kalau memang sudah ada midrangenya dan tidak keberatan dengan blindspotnya, ya go ahead bos, nothing wrong dengan Dyn selama soal blindspot tidak jadi masalah. :smt023

    Ok, untuk penjelasan:

    1. Power kecil hanya memiliki distorsi besar KETIKA dijalankan pada beban watt yang besar, kalau masih di rentang <80% watt dia, maka bahkan dia bisa bekerja even better dari yang versi watt besar.

    2. Aku memilih opsi 2, yaitu HINDARI BRIDGE. Dengan menggunakkan Bridge U memberikan input berbeda antara suara negatif dengan positif, karena suara positif berasal dari channel ganjil dan negatif dari channel genap (kadang juga terbalik) Dengan begitu ada kemungkinan antara positif dan negatif ada perbedaan sinyal. Di Home sendiri memang biasanya power bekerja secara push-pull (mirip kerja bridge pada ampli mobil) tapi karena memang dari pertama bentuk desainnya dibikin 'mirror' maka keseimbangan antara suara negatif dan positif sekalipun berasal dari sumber yang berbeda tetap terjadi kesamaannya. Di mobil tidak begitu. Desain asli tetap menggunakan single source+ground dan bridge cuma digunakan waktu kita memang membutuhkan tenaga lebih besar. Kalau untuk midbass atau subwoofer itu tidak masalah, tapi kalau untuk tweeter-midrange pembuktianku selama ini akan bikin suara lebih kasar. Itu juga bisa dilihat dari data book power tersebut, mostly menaruh angka THD (Total harmonic distortion) yang berbeda untuk masing-masing mode, dan untuk mode bridge biasanya selalu lebih tinggi, menunjukkan memang kualitas menurun.

    3. Alasan lain untuk memilih opsi 2 ini adalah dengan menggunakan channel yang terpisah antara mid dan tweeter maka U bisa mengatur gain secara independen, kalau dengan HU yang lebih hebat macam HX-D2 atau PXAH701 maka U bisa atur time correctionnya untuk tweeter dan midrange, apalagi dengan kasus sized kurang wajar dari Dyn esotar, maka seringkali tweeter diposisikan lebih 'maju' dibandingkan midrangenya sehingga delaynya lebih pendek dan gain lebih besar.
    JOIN THE UnSCAC'S!!!!
    Follow us on Facebook and instagram: Hwely Unscac

    New Avexis FU6s on:
    http://www.modifikasi.com/showthread...ur-Entry-Level!
    UnSCAC's forum onhttp://www.modifikasi.com/forumdisplay.php?s=&daysprune=&f=117


    Bagi yang ingin berkonsultasi secara personal, bisa melalui:
    E-MAIL: unscac@yahoo.com
    Whatsapp, Cell : 082141139097
    Line: Hwely

    Please DON'T sent via PM!!!

  9. #8
    Sersan Mayor
    Posts
    843
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    Quote Originally Posted by UnSCAC View Post
    Kalau memang sudah ada midrangenya dan tidak keberatan dengan blindspotnya, ya go ahead bos, nothing wrong dengan Dyn selama soal blindspot tidak jadi masalah. :smt023

    Ok, untuk penjelasan:

    1. Power kecil hanya memiliki distorsi besar KETIKA dijalankan pada beban watt yang besar, kalau masih di rentang <80% watt dia, maka bahkan dia bisa bekerja even better dari yang versi watt besar.

    2. Aku memilih opsi 2, yaitu HINDARI BRIDGE. Dengan menggunakkan Bridge U memberikan input berbeda antara suara negatif dengan positif, karena suara positif berasal dari channel ganjil dan negatif dari channel genap (kadang juga terbalik) Dengan begitu ada kemungkinan antara positif dan negatif ada perbedaan sinyal. Di Home sendiri memang biasanya power bekerja secara push-pull (mirip kerja bridge pada ampli mobil) tapi karena memang dari pertama bentuk desainnya dibikin 'mirror' maka keseimbangan antara suara negatif dan positif sekalipun berasal dari sumber yang berbeda tetap terjadi kesamaannya. Di mobil tidak begitu. Desain asli tetap menggunakan single source+ground dan bridge cuma digunakan waktu kita memang membutuhkan tenaga lebih besar. Kalau untuk midbass atau subwoofer itu tidak masalah, tapi kalau untuk tweeter-midrange pembuktianku selama ini akan bikin suara lebih kasar. Itu juga bisa dilihat dari data book power tersebut, mostly menaruh angka THD (Total harmonic distortion) yang berbeda untuk masing-masing mode, dan untuk mode bridge biasanya selalu lebih tinggi, menunjukkan memang kualitas menurun.

    3. Alasan lain untuk memilih opsi 2 ini adalah dengan menggunakan channel yang terpisah antara mid dan tweeter maka U bisa mengatur gain secara independen, kalau dengan HU yang lebih hebat macam HX-D2 atau PXAH701 maka U bisa atur time correctionnya untuk tweeter dan midrange, apalagi dengan kasus sized kurang wajar dari Dyn esotar, maka seringkali tweeter diposisikan lebih 'maju' dibandingkan midrangenya sehingga delaynya lebih pendek dan gain lebih besar.
    hmmmm..... akan saya sampaikan ke installer saya boss hwely....
    saat ini posisi yang terpasang di mobil adalah midrange lebih maju dari tweeternya...

    DM itu kan dual mono yah boss, dalam arti gain kanan dan kiri independen, jadi ini yg dapat membantu dalam masalah "time corection" yah boss??

    saat ini saya tidak memakai HU HX-D2, tp saya hanya memakai alpine 9855
    saya juga tidak memakai PXA H701, tp saya hanya memakai audiocontrol 4XS dengan mengubah chipnya dengan resistor sesuai kebutuhan...

    apakah menurut boss hwely, hal ini dapat memperberat masalah instalasi dalam mendapatkan suara yg maksimal?

  10. #9
    Mayor
    Posts
    3,707
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    14 Hrs 14 Mins 25 Secs
    ikut nyimak sambil kuliah

  11. #10
    Sersan Kepala
    Location
    the city of presidents
    Posts
    530
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 1 Day 16 Hrs 53 Mins 10 Secs
    Sekedar saran....

    daripada harus punya peranakan Genesis DM (2x power 2 chanel)
    mendingan Dyn nya di TT ama R7000+RM120

    Dyn Tweet+MidR+2x DM = R7000+RM120+ARC xxk

    Temen Noob ada yang pernah pake Tweeter "Toket" (karena segede itu) tapi setelah dengar R7000 langsung bertobat kejalan yang benar

 

 
Page 1 of 2 12 LastLast
Venom 300x250 Mega Glodok Kemayoran

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Replies: 2
    Last Post: 23rd June 2012, 23:55
  2. Replies: 37
    Last Post: 10th July 2011, 14:03
  3. Alpine 7998r, Genesis Dual Mono, Genesis Q200x, Audison VR404
    By Hafadat in forum Head Unit & Processor
    Replies: 4
    Last Post: 4th July 2010, 19:37
  4. Replies: 1
    Last Post: 3rd July 2010, 00:47
  5. TANYA TTG VALVE AUDIO vs GENESIS DUAL MONO
    By anaksesat in forum Diskusi Power Amplifier
    Replies: 179
    Last Post: 19th November 2008, 11:37
Back to top