Analog & Digital (Procesor)
Scuto Laminating Simota

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 8 12345 ... LastLast
Results 1 to 10 of 75
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/151889
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Letnan Dua
    Location
    Jakarta
    Posts
    1,056
    Power
    13 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 16 Hrs 15 Mins 14 Secs

    Analog & Digital (Procesor)

    Wow... Da lama nga ngecek forum da tambah banyak ilmu yg bagus2 nich. ^.^
    Mo nanya dunk... Bedanya settngan digital dengan settingan analog ap sich?
    Ap bisa apabila setingan digital kita dirubah menjadi settingan analog tanpa mengubah barang?
    Kelebihan dan kekurangan antara settingan analog n digital ap yach?
    Thx yach atas jawabannya ^.^

  2. Delapan Satu
  3. #2
    Kapten
    Posts
    2,563
    Power
    14 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 8 Hrs 47 Mins 5 Secs
    mana aja lo bos?
    item pengolah digital (HU) ada settingan Ta
    itu sih salah satu yang gua tau

  4. #3
    Letnan Dua
    Location
    Jakarta
    Posts
    1,056
    Power
    13 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 16 Hrs 15 Mins 14 Secs
    Wakakkakak... Sori nich br balik lg... Abis dr luar kota g... ^.^
    Berarti kalo HU g ad TA nga bs bwt maen analog yach?
    Ech iya kmaren pas kluar kota g dikasi denger audio jazz relasi...
    Gile dy pk mpe 5 way + 1 sub... Suaranya wide banget....
    Bner nga yach makin banyak frekuensi yg dibagi, bisa makin lebar suaranya? ^.^

  5. #4
    Represented Member
    Location
    Surabaya, Ph, W-App:082141139097. YM/email: unscac@yahoo.com
    Posts
    8,419
    Power
    19 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 4 Hrs 55 Mins 23 Secs
    Sebenarnya istilah analog-digital sudah sangat kacau di sini, suara analog yang diindentikkan dengan suara yang natural-lembut-halus-jernih sebenarnya tidak sepenuhnya tepat, lha cassete player itu systemnya murni analog, tapi suaranya amburadul dan noise hampir sekeras suaranya, dibandingkan Compact Disc yang jelas-jelas 'Digital Audio' kan terlihat jelas beda kualitasnya.

    Masalahnya dikotomi analog-digital sekarang sudah sangat rancu dan jadi debat kusir. So, We better get back to the begining.

    1. Suara asli = analog. Yes, analog basiccaly is the purest, tapi analog sangat lack di proses penyimpanan dan penggandaan data, data yang disimpan akan turun kualitasnya seiring waktu dan setiap kali kita me-remastering kualitas secondary master tidak mungkin bisa sebaik masternya.

    Dua produk analog-recording yang sampai hari ini kita tahu adalah Hard-record (piringan hitam) sinyal digoreskan ke benda tajam, dan goresan tsb menjadi record suara, kualitas menurun seiring dengan berkurangnya kekerasan bahan -akibat umur- juga jamur, kerak, belum lagi kena gores waktu penyimpanan, kena scrath waktu pemutaran, dll. Yang kedua adalah kaset (Cassette) itu menggunakan pola magnet pada pita carbon-besi untuk menyimpan data, magnet buatan akan hilang oleh waktu, dan sewaktu-waktu kaset tersebut berdekatan dengan magnet (yang sialnya semua speaker punya magnet :smt003) semua isinya akan hilang.

    Digital dengan data recording yang EXCACT tidak mengalami perubahan data berapa lamapun kita simpan, dan tiap kali kita membuat data copy, maka isinya bisa dipastikan 100% SAMA.

    Kalaupun hari ini, sebuah digital recording dengan teknologi kuno 20 tahun (16bit non-formatted digital sound- CD pada umumnya) secara kualtias masih dibawah piringan hitam, tapi teknologi SACD sudah much better, bahkan sudah berani disandingkan dengan pirigan hitam yang baik -dan pada kondisi terbaik- sekalipun. Padahal teknologi digital masih way to go, sementara analog sudah mandek.

    Dalam audio ada beberapa perangkat yang kita gunakan:
    1. Player/Source, bisa CD, Radio, Cassete dll, ini bisa digital maupun analog, dan sudah kita sebut diatas.

    2. Amplifier, ini PASTI analog, karena memang yang punya besaran sinyal cuma analog, digital berupa deretan angka sehingga tidak ada yang namanya sinyal besar/kecil. Yang ada cuma 0/1.

    3. Speaker, ini juga 100% analog (jangan percaya, TIDAK ADA YANG NAMANYA DIGITAL SPEAKER) karena sifatnya mengembalikan suara elektrik, kembali ke habitatnya sebagai suara asli.

    4. Kabel, ada analog/digital tergantung posisi dan fungsinya.

    5. Processor. Ini perangkat yang seringkali kita berdebatkan, di rumah spesies ini disebut terkutuk (mengurangi naturality, menambah noise, dll) , di proffesional audio, ini dewa penyelamat (mengilangkan feedback, membereskan akustik ruangan, dll) , di mobil?

    Processor pada prinsipnya adalah sebuah perangkat yang dipakai untuk memanipulas suara, dari sebuah bentuk menjadi sebuah bentuk lain sesuai dengan yang inginkan, tanpa menambah fungsi penguatan/perubahan bentuk fisik. (sinyal elektrik tetap menjadi sinyal elektrik)

    Processor sendiri dipisahkan menjadi 3:
    1. Equaliser: meng-edit nada, kita kadang perlu memotong beberapa nada yang terlalu tinggi dan sekaligus menambah beberapa yang terlalu rendah, bisa terjadi sinyal yang tidak rata itu karena faktor peletakan, akustik ruangan, posisi listen yang tidak optimal, dll.

    2. CrossOver, memisahkan suara yang utuh (20-20KHz) menjadi beberapa partial sehingga cocok dengan masing-masing fungsi speaker.

    3. Time Correction, mememorized sebuah suara pada jangka waktu tertentu, dan baru mengeluarkannya sesaat kemudian. Fungsinya adalah untuk memperbaikin posisi listen yang tidak centre supaya bisa seakan-akan berada di persis tengah speaker.

    Masalahnya, fungsi nomor 1 dan 2 bisa dilakukan dengan perangkat analog. Troublenya, pada fungsi ke 3, kunci kata 'memory' itu cuma bisa dilakukan di Digital (sekalipun di analog kita bisa pakai kaset, tapi selain besar (dan konyol) juga mahal dan kualitasnya jelek)

    Jadi istilah TA lengket dengan DSP (digital signal processor) dan HU dengan DSP jelas lebih mahal dari HU selevel/sekualitasnya, karena penambahan fungsi yang lebih jamak.

    Beberapa produk HU dengan DSP, terutama Alpine yang sudah ternobatkan sebagai HU Digital kemudian menjadi acuan bahwa 'seperti itulah suara HU ber-DSP' Padahal lebih tepatnya, ya seperti ITULAH suara alpine 9855/9835/9887. Karena di HXD2, blaupunk bremen,Kenwoood 7013/8013 suara tidak kaku, setidaknya tidak lebih kaku dari versi yang tanpa processor. Sementara alpine 9821 yang non processor toh sama kakunya dengan yang berprocessor?


    Dikotomi ini sebenarnya tiidak perlu terjadi andaikata installer mau saling mengkritik diri dan tidak terlalu cepat menunjuk hidung perangkat waktu dikomplain customernya. akhirnya waktu ada yang komplain 'ini kok suara tipis kaya kertas' jawabannya bukan freq 200-400 kurang tinggi atau ada kebalik fase antara midrange-midbass, tapi malah komentar dari balik meja (yang beberapa bahkan tidak mau bother untuk mendengarkan ulang mobil customernya) komentar macam 'ya gitu itu karakternya digital' dan sejenisnya.

    Customer yang tidak begitu mengerti duduk permasalahannya akhirnya hanyut dalam dikotomi yang keliru tadi.
    JOIN THE UnSCAC'S!!!!
    Follow us on Facebook and instagram: Hwely Unscac

    New Avexis FU6s on:
    http://www.modifikasi.com/showthread...ur-Entry-Level!
    UnSCAC's forum onhttp://www.modifikasi.com/forumdisplay.php?s=&daysprune=&f=117


    Bagi yang ingin berkonsultasi secara personal, bisa melalui:
    E-MAIL: unscac@yahoo.com
    Whatsapp, Cell : 082141139097
    Line: Hwely

    Please DON'T sent via PM!!!

  6. #5
    Mayor
    Posts
    3,707
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    14 Hrs 14 Mins 25 Secs
    rada OOT, saya mau tanya ttg time alignment

    sy pernah denger dr temen sy dulu banget ,dia bilang kalo mendelay speaker diusahakan sekecil mungkin,krn kalo di delay makin banyak akan pengaruh ke character suaranya?jd tata cara peletakan speaker no 1.

    tp gimana caranya bagi yg on axis? speaker kanan bener bener deket dan full frontal ngadep ke telinga kanan supir,kalo didelay sedikit doang, suara masi belon bener bener ketengah,masi cuman berasa begeser dikit saja dr sisi kanan.

  7. #6
    Honoured Member
    Posts
    4,601
    Power
    47 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 3 Days 3 Hrs 57 Mins 25 Secs

    Thumbs up

    Quote Originally Posted by UnSCAC View Post
    Sebenarnya istilah analog-digital sudah sangat kacau di sini, suara analog yang diindentikkan dengan suara yang natural-lembut-halus-jernih sebenarnya tidak sepenuhnya tepat, lha cassete player itu systemnya murni analog, tapi suaranya amburadul dan noise hampir sekeras suaranya, dibandingkan Compact Disc yang jelas-jelas 'Digital Audio' kan terlihat jelas beda kualitasnya.

    Masalahnya dikotomi analog-digital sekarang sudah sangat rancu dan jadi debat kusir. So, We better get back to the begining.

    1. Suara asli = analog. Yes, analog basiccaly is the purest, tapi analog sangat lack di proses penyimpanan dan penggandaan data, data yang disimpan akan turun kualitasnya seiring waktu dan setiap kali kita me-remastering kualitas secondary master tidak mungkin bisa sebaik masternya.

    Dua produk analog-recording yang sampai hari ini kita tahu adalah Hard-record (piringan hitam) sinyal digoreskan ke benda tajam, dan goresan tsb menjadi record suara, kualitas menurun seiring dengan berkurangnya kekerasan bahan -akibat umur- juga jamur, kerak, belum lagi kena gores waktu penyimpanan, kena scrath waktu pemutaran, dll. Yang kedua adalah kaset (Cassette) itu menggunakan pola magnet pada pita carbon-besi untuk menyimpan data, magnet buatan akan hilang oleh waktu, dan sewaktu-waktu kaset tersebut berdekatan dengan magnet (yang sialnya semua speaker punya magnet :smt003) semua isinya akan hilang.

    Digital dengan data recording yang EXCACT tidak mengalami perubahan data berapa lamapun kita simpan, dan tiap kali kita membuat data copy, maka isinya bisa dipastikan 100% SAMA.

    Kalaupun hari ini, sebuah digital recording dengan teknologi kuno 20 tahun (16bit non-formatted digital sound- CD pada umumnya) secara kualtias masih dibawah piringan hitam, tapi teknologi SACD sudah much better, bahkan sudah berani disandingkan dengan pirigan hitam yang baik -dan pada kondisi terbaik- sekalipun. Padahal teknologi digital masih way to go, sementara analog sudah mandek.

    Dalam audio ada beberapa perangkat yang kita gunakan:
    1. Player/Source, bisa CD, Radio, Cassete dll, ini bisa digital maupun analog, dan sudah kita sebut diatas.

    2. Amplifier, ini PASTI analog, karena memang yang punya besaran sinyal cuma analog, digital berupa deretan angka sehingga tidak ada yang namanya sinyal besar/kecil. Yang ada cuma 0/1.

    3. Speaker, ini juga 100% analog (jangan percaya, TIDAK ADA YANG NAMANYA DIGITAL SPEAKER) karena sifatnya mengembalikan suara elektrik, kembali ke habitatnya sebagai suara asli.

    4. Kabel, ada analog/digital tergantung posisi dan fungsinya.

    5. Processor. Ini perangkat yang seringkali kita berdebatkan, di rumah spesies ini disebut terkutuk (mengurangi naturality, menambah noise, dll) , di proffesional audio, ini dewa penyelamat (mengilangkan feedback, membereskan akustik ruangan, dll) , di mobil?

    Processor pada prinsipnya adalah sebuah perangkat yang dipakai untuk memanipulas suara, dari sebuah bentuk menjadi sebuah bentuk lain sesuai dengan yang inginkan, tanpa menambah fungsi penguatan/perubahan bentuk fisik. (sinyal elektrik tetap menjadi sinyal elektrik)

    Processor sendiri dipisahkan menjadi 3:
    1. Equaliser: meng-edit nada, kita kadang perlu memotong beberapa nada yang terlalu tinggi dan sekaligus menambah beberapa yang terlalu rendah, bisa terjadi sinyal yang tidak rata itu karena faktor peletakan, akustik ruangan, posisi listen yang tidak optimal, dll.

    2. CrossOver, memisahkan suara yang utuh (20-20KHz) menjadi beberapa partial sehingga cocok dengan masing-masing fungsi speaker.

    3. Time Correction, mememorized sebuah suara pada jangka waktu tertentu, dan baru mengeluarkannya sesaat kemudian. Fungsinya adalah untuk memperbaikin posisi listen yang tidak centre supaya bisa seakan-akan berada di persis tengah speaker.

    Masalahnya, fungsi nomor 1 dan 2 bisa dilakukan dengan perangkat analog. Troublenya, pada fungsi ke 3, kunci kata 'memory' itu cuma bisa dilakukan di Digital (sekalipun di analog kita bisa pakai kaset, tapi selain besar (dan konyol) juga mahal dan kualitasnya jelek)

    Jadi istilah TA lengket dengan DSP (digital signal processor) dan HU dengan DSP jelas lebih mahal dari HU selevel/sekualitasnya, karena penambahan fungsi yang lebih jamak.

    Beberapa produk HU dengan DSP, terutama Alpine yang sudah ternobatkan sebagai HU Digital kemudian menjadi acuan bahwa 'seperti itulah suara HU ber-DSP' Padahal lebih tepatnya, ya seperti ITULAH suara alpine 9855/9835/9887. Karena di HXD2, blaupunk bremen,Kenwoood 7013/8013 suara tidak kaku, setidaknya tidak lebih kaku dari versi yang tanpa processor. Sementara alpine 9821 yang non processor toh sama kakunya dengan yang berprocessor?


    Dikotomi ini sebenarnya tiidak perlu terjadi andaikata installer mau saling mengkritik diri dan tidak terlalu cepat menunjuk hidung perangkat waktu dikomplain customernya. akhirnya waktu ada yang komplain 'ini kok suara tipis kaya kertas' jawabannya bukan freq 200-400 kurang tinggi atau ada kebalik fase antara midrange-midbass, tapi malah komentar dari balik meja (yang beberapa bahkan tidak mau bother untuk mendengarkan ulang mobil customernya) komentar macam 'ya gitu itu karakternya digital' dan sejenisnya.

    Customer yang tidak begitu mengerti duduk permasalahannya akhirnya hanyut dalam dikotomi yang keliru tadi.
    Well done explanation. Hanya sedikit dari installer yang mau kasih penjelasan panjang lebar kayak begini, Rata-rata hanya mau gampangnya aja. Sedikit pengalaman ngutak ngatik PXA ternyata suaranya bisa natural juga. Jadi tergantung kitanya juga mau belajar banyak atau tidak dari orang yang kompeten.

  8. #7
    Letnan Dua
    Location
    Jakarta
    Posts
    1,056
    Power
    13 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 16 Hrs 15 Mins 14 Secs
    Quote Originally Posted by UnSCAC View Post
    Sebenarnya istilah analog-digital sudah sangat kacau di sini, suara analog yang diindentikkan dengan suara yang natural-lembut-halus-jernih sebenarnya tidak sepenuhnya tepat, lha cassete player itu systemnya murni analog, tapi suaranya amburadul dan noise hampir sekeras suaranya, dibandingkan Compact Disc yang jelas-jelas 'Digital Audio' kan terlihat jelas beda kualitasnya.

    Masalahnya dikotomi analog-digital sekarang sudah sangat rancu dan jadi debat kusir. So, We better get back to the begining.

    1. Suara asli = analog. Yes, analog basiccaly is the purest, tapi analog sangat lack di proses penyimpanan dan penggandaan data, data yang disimpan akan turun kualitasnya seiring waktu dan setiap kali kita me-remastering kualitas secondary master tidak mungkin bisa sebaik masternya.

    Dua produk analog-recording yang sampai hari ini kita tahu adalah Hard-record (piringan hitam) sinyal digoreskan ke benda tajam, dan goresan tsb menjadi record suara, kualitas menurun seiring dengan berkurangnya kekerasan bahan -akibat umur- juga jamur, kerak, belum lagi kena gores waktu penyimpanan, kena scrath waktu pemutaran, dll. Yang kedua adalah kaset (Cassette) itu menggunakan pola magnet pada pita carbon-besi untuk menyimpan data, magnet buatan akan hilang oleh waktu, dan sewaktu-waktu kaset tersebut berdekatan dengan magnet (yang sialnya semua speaker punya magnet :smt003) semua isinya akan hilang.

    Digital dengan data recording yang EXCACT tidak mengalami perubahan data berapa lamapun kita simpan, dan tiap kali kita membuat data copy, maka isinya bisa dipastikan 100% SAMA.

    Kalaupun hari ini, sebuah digital recording dengan teknologi kuno 20 tahun (16bit non-formatted digital sound- CD pada umumnya) secara kualtias masih dibawah piringan hitam, tapi teknologi SACD sudah much better, bahkan sudah berani disandingkan dengan pirigan hitam yang baik -dan pada kondisi terbaik- sekalipun. Padahal teknologi digital masih way to go, sementara analog sudah mandek.

    Dalam audio ada beberapa perangkat yang kita gunakan:
    1. Player/Source, bisa CD, Radio, Cassete dll, ini bisa digital maupun analog, dan sudah kita sebut diatas.

    2. Amplifier, ini PASTI analog, karena memang yang punya besaran sinyal cuma analog, digital berupa deretan angka sehingga tidak ada yang namanya sinyal besar/kecil. Yang ada cuma 0/1.

    3. Speaker, ini juga 100% analog (jangan percaya, TIDAK ADA YANG NAMANYA DIGITAL SPEAKER) karena sifatnya mengembalikan suara elektrik, kembali ke habitatnya sebagai suara asli.

    4. Kabel, ada analog/digital tergantung posisi dan fungsinya.

    5. Processor. Ini perangkat yang seringkali kita berdebatkan, di rumah spesies ini disebut terkutuk (mengurangi naturality, menambah noise, dll) , di proffesional audio, ini dewa penyelamat (mengilangkan feedback, membereskan akustik ruangan, dll) , di mobil?

    Processor pada prinsipnya adalah sebuah perangkat yang dipakai untuk memanipulas suara, dari sebuah bentuk menjadi sebuah bentuk lain sesuai dengan yang inginkan, tanpa menambah fungsi penguatan/perubahan bentuk fisik. (sinyal elektrik tetap menjadi sinyal elektrik)

    Processor sendiri dipisahkan menjadi 3:
    1. Equaliser: meng-edit nada, kita kadang perlu memotong beberapa nada yang terlalu tinggi dan sekaligus menambah beberapa yang terlalu rendah, bisa terjadi sinyal yang tidak rata itu karena faktor peletakan, akustik ruangan, posisi listen yang tidak optimal, dll.

    2. CrossOver, memisahkan suara yang utuh (20-20KHz) menjadi beberapa partial sehingga cocok dengan masing-masing fungsi speaker.

    3. Time Correction, mememorized sebuah suara pada jangka waktu tertentu, dan baru mengeluarkannya sesaat kemudian. Fungsinya adalah untuk memperbaikin posisi listen yang tidak centre supaya bisa seakan-akan berada di persis tengah speaker.

    Masalahnya, fungsi nomor 1 dan 2 bisa dilakukan dengan perangkat analog. Troublenya, pada fungsi ke 3, kunci kata 'memory' itu cuma bisa dilakukan di Digital (sekalipun di analog kita bisa pakai kaset, tapi selain besar (dan konyol) juga mahal dan kualitasnya jelek)

    Jadi istilah TA lengket dengan DSP (digital signal processor) dan HU dengan DSP jelas lebih mahal dari HU selevel/sekualitasnya, karena penambahan fungsi yang lebih jamak.

    Beberapa produk HU dengan DSP, terutama Alpine yang sudah ternobatkan sebagai HU Digital kemudian menjadi acuan bahwa 'seperti itulah suara HU ber-DSP' Padahal lebih tepatnya, ya seperti ITULAH suara alpine 9855/9835/9887. Karena di HXD2, blaupunk bremen,Kenwoood 7013/8013 suara tidak kaku, setidaknya tidak lebih kaku dari versi yang tanpa processor. Sementara alpine 9821 yang non processor toh sama kakunya dengan yang berprocessor?


    Dikotomi ini sebenarnya tiidak perlu terjadi andaikata installer mau saling mengkritik diri dan tidak terlalu cepat menunjuk hidung perangkat waktu dikomplain customernya. akhirnya waktu ada yang komplain 'ini kok suara tipis kaya kertas' jawabannya bukan freq 200-400 kurang tinggi atau ada kebalik fase antara midrange-midbass, tapi malah komentar dari balik meja (yang beberapa bahkan tidak mau bother untuk mendengarkan ulang mobil customernya) komentar macam 'ya gitu itu karakternya digital' dan sejenisnya.

    Customer yang tidak begitu mengerti duduk permasalahannya akhirnya hanyut dalam dikotomi yang keliru tadi.
    Wah2... Jadi ini toh arti yang sebernarnya dari digital dan analog. Makasih banget nich Ko Hwely, berkat penjelasan Ko Hwely, murid2 disini jadi nga salah persepsi dan makin mengerti tentang digital dan analog. Bukan seperti instalatur2 yg aneh2 dan sok tau mengjudge sitem analog dan digital seperti ap. Sehingga membuat Customer harus mengubah seluruh barang2nya karna kurang puasnya terhadap audionya. Bukan mencari inti dari permasalahannya mala menyalahkan barang dengan alasan2 yang tidak logis.

  9. #8
    Mayor
    Posts
    3,707
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    14 Hrs 14 Mins 25 Secs
    Quote Originally Posted by ThomZ View Post
    Wah2... Jadi ini toh arti yang sebernarnya dari digital dan analog. Makasih banget nich Ko Hwely, berkat penjelasan Ko Hwely, murid2 disini jadi nga salah persepsi dan makin mengerti tentang digital dan analog. Bukan seperti instalatur2 yg aneh2 dan sok tau mengjudge sitem analog dan digital seperti ap. Sehingga membuat Customer harus mengubah seluruh barang2nya karna kurang puasnya terhadap audionya. Bukan mencari inti dari permasalahannya mala menyalahkan barang dengan alasan2 yang tidak logis.
    sudah lagu lama lah, bosen ngedengerin installer yg nyalahin barang. dah gak zzzzamannya lagi kekeke

    kasian customernya gonta ganti ini itu gak beres beres ,menurut gw sih loe denger sistem mana yg loe suka, sesuain budget, dan yg penting selera kuping dan judgment lo sendiri , jgn peduli org laen ngomong apa. belon tentu org laen yg nomong ini itu bener jg

  10. #9
    Kapten
    Posts
    2,563
    Power
    14 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 8 Hrs 47 Mins 5 Secs
    Quote Originally Posted by kingkong View Post
    sudah lagu lama lah, bosen ngedengerin installer yg nyalahin barang. dah gak zzzzamannya lagi kekeke

    kasian customernya gonta ganti ini itu gak beres beres ,menurut gw sih loe denger sistem mana yg loe suka, sesuain budget, dan yg penting selera kuping dan judgment lo sendiri , jgn peduli org laen ngomong apa. belon tentu org laen yg nomong ini itu bener jg
    BETUL! dan salah satu yang boleh di ikutin nasehatnya soal audio itu ko hwely...en kuping sendiri tentunya

    sampe akhirnya kuping blajar en minta lebih hehehe

  11. #10
    Letnan Dua
    Location
    Jakarta
    Posts
    1,056
    Power
    13 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 16 Hrs 15 Mins 14 Secs
    Quote Originally Posted by frostbitez View Post
    BETUL! dan salah satu yang boleh di ikutin nasehatnya soal audio itu ko hwely...en kuping sendiri tentunya

    sampe akhirnya kuping blajar en minta lebih hehehe
    Wakakakak Kalo U ma da bakal upgrade kuping kekelas premium nich ^.^ barang2 barunya ceremmm....

    Quote Originally Posted by kingkong View Post
    sudah lagu lama lah, bosen ngedengerin installer yg nyalahin barang. dah gak zzzzamannya lagi kekeke

    kasian customernya gonta ganti ini itu gak beres beres ,menurut gw sih loe denger sistem mana yg loe suka, sesuain budget, dan yg penting selera kuping dan judgment lo sendiri , jgn peduli org laen ngomong apa. belon tentu org laen yg nomong ini itu bener jg
    Siip... Kayaknya g perlu sering kontek u juga bro, G suka am sistem u yg disettingin Ko Hwely.... Mantap, cman perbedaan di highnya aj nich, G lbh suka karakter Ribbon he...3x

    Quote Originally Posted by kingkong View Post
    rada OOT, saya mau tanya ttg time alignment

    sy pernah denger dr temen sy dulu banget ,dia bilang kalo mendelay speaker diusahakan sekecil mungkin,krn kalo di delay makin banyak akan pengaruh ke character suaranya?jd tata cara peletakan speaker no 1.

    tp gimana caranya bagi yg on axis? speaker kanan bener bener deket dan full frontal ngadep ke telinga kanan supir,kalo didelay sedikit doang, suara masi belon bener bener ketengah,masi cuman berasa begeser dikit saja dr sisi kanan.
    Bantu up pertanyaan
    Skalian mo nanya lg nich Ko Hwely, Kalo posisi tweeter dan midrange off axis yaitu midrange dan tweeter mengarah ke antara jok diver dan pnumpang (tengah2 jok depan) apakah suara vocal bs ditengah seperti keadaan pas on axis? (dari posisi duduk di driver dan di pnumpang)

 

 
Page 1 of 8 12345 ... LastLast
Mega Glodok Kemayoran

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. suara analog dan digital
    By jazzmodif in forum Diskusi Speaker
    Replies: 149
    Last Post: 22nd July 2014, 12:12
  2. Analog Vs Digital
    By bhothak in forum Diskusi Speaker
    Replies: 424
    Last Post: 14th November 2012, 11:36
  3. digital procesor drive 30
    By d2ccad in forum Bursa Audio Lainnya
    Replies: 1
    Last Post: 9th February 2010, 12:29
  4. analog ato digital ?
    By luant16 in forum Diskusi Speaker
    Replies: 11
    Last Post: 11th February 2008, 16:00
  5. enakan analog apa digital
    By qpix in forum Diskusi Instalasi
    Replies: 86
    Last Post: 11th February 2008, 12:56
Back to top