Pemulung Naik KRL untuk Menguburkan anaknya...

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 5 12345 LastLast
Results 1 to 10 of 47
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/125576
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Letnan Satu
    Location
    magelank,sala3,bali,now at karawaci
    Posts
    1,816
    Power
    18 
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A

    Angry Pemulung Naik KRL untuk Menguburkan anaknya...

    Salemba, Warta Kota

    PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong
    mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah. Penumpang kereta
    rel listrik (KRL) jurusan Jakarta - Bogor pun geger Minggu (5/6).
    Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn)
    tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan
    memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa
    KRL.
    Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta,
    lantas
    dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban
    kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas
    karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa
    Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.
    Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat
    hari
    terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke
    Puskesmas Kecamatan Setiabudi. “Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke
    puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas,
    meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan
    botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari,” ujar
    bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di
    Cikini itu. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan
    sendirinya. Selama sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan
    kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai
    hingga Salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.
    Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa
    menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00.
    Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam
    gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada
    siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan Muriski
    termangu. Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain
    kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai
    harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak.
    Supriono mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat
    itu dari Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono berniat
    menguburkan anaknya di kampong pemulung di Kramat, Bogor. Ia berharap
    di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.
    Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di
    Stasiun Tebet.
    Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus
    jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan
    terbuka, biar orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang
    Khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono
    menggendong Khaerunisa menuju stasiun.
    Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang
    menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh
    Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor
    spontan penumpang KRL yang mendengar penjelasan Supriono langsung
    berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi
    menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang
    ambulans hitam.
    Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera
    dimakamkan.
    Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat
    permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang
    terbujur kaku.
    Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti
    kalau adiknya
    telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh
    adiknya.
    Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut,
    lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono
    harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung
    sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan
    uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di
    RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan
    Muriski di perjalanan.
    Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini
    dan mengaku
    benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut
    karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi
    perduli terhadap sesama. “Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang
    seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa.
    Jangan bilang keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan
    tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa
    Indonesia,” ujarnya.
    Koordinator Urban Poor Consortium, Wardah Hafidz, mengatakan
    peristiwa
    itu seharusnya tidak terjadi jika pemerintah memberikan pelayanan
    kesehatan bagi orang yang tidak mampu. Yang terjadi selama ini,
    pemerintah hanya memerangi kemiskinan, tidak mengurusi orang miskin
    kata Wardah.


    Gimana coba menurut kalian bro2 n sis sekalian?!?:mad::mad::mad::mad::mad:

  2. Delapan Satu
  3. #2
    Kapten
    Location
    BSD | SERIOUS |
    Posts
    2,542
    Power
    15 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Hr 30 Mins 10 Secs
    wah klo gini caranya pemerintah belom ngasi fasilitas pengobatan gratis buat rakyat kecil sih udah keterlaluan banget, mustinya pemerintah juga merhatiin nasib rakyatnya dong, kasi pengobatan gratis gitu, pemakaman gratis, obat gratis, atau apalah yang bisa berguna buat masyarakat kecil biar kejadian kayak gini ga keulang lagi. kasian banget ini bapak sampe gendong jenazah anaknya saking ga punya duit

  4. #3
    Letnan Satu
    Location
    magelank,sala3,bali,now at karawaci
    Posts
    1,816
    Power
    18 
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    gw sih ga mo nyalahin pemerintah ato pejabat....karena mereka tidak berhubungan langsung dengan rakyat....

    yang gila tuh aparat polisinya itu lho...udah tau bapak mau nguburin anaknya yang mati...malah ditahan...musti pake acara pemeriksaan di rscm segala....udah boleh keluar malah ga dianterin pake ambulans....

    kayak gitu polisi dibilang abdi negara?!?

    udah lupa sama pelajaran PPKn

    ingetnya duit mulu.......:mad::mad::mad::mad::mad:

  5. #4
    Kapten
    Location
    DKI_Jakarta
    Posts
    2,550
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 5 Hrs 35 Mins 17 Secs
    Quote Originally Posted by ArpieLz View Post
    gw sih ga mo nyalahin pemerintah ato pejabat....karena mereka tidak berhubungan langsung dengan rakyat....

    yang gila tuh aparat polisinya itu lho...udah tau bapak mau nguburin anaknya yang mati...malah ditahan...musti pake acara pemeriksaan di rscm segala....udah boleh keluar malah ga dianterin pake ambulans....

    kayak gitu polisi dibilang abdi negara?!?

    udah lupa sama pelajaran PPKn

    ingetnya duit mulu.......:mad::mad::mad::mad::mad:
    biarin aja,polisi jg punya anak kan.nanti balesannya lebih dr itu

  6. #5
    Letnan Kolonel
    Location
    Theater of Dreams
    Posts
    5,500
    Power
    48 
    M-Store Point
    0
    Online
    6 Hrs 8 Mins 20 Secs
    ya ampun parah bgt deh..

    kasian bgt bapak nya..

    mudah2an ga terjadi lagi yg bginian..

  7. #6
    Mayor
    Location
    jakarta barat
    Posts
    4,978
    Power
    38 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 3 Days 12 Hrs 2 Mins 6 Secs
    ngenes bgt gw bacanya.. bener2 kita hrs bersyukur bgt masih bisa maen2 komputer gini buka modcom.. kl jd pemulung/pengemis/apa lah yg nasibnya kurang baik, pasti kita ga bisa buka modcom..

    polisi / aparat (lbh pantes kep*rat sih), ga bisa diandelin lah kl mereka ga dpt duit.. bener ga??

  8. #7
    Sersan Kepala
    Posts
    517
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    terharu dan sedih saya membacanya.

  9. #8
    Mayor
    Location
    Bintaro
    Posts
    3,357
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 3 Days 8 Hrs 38 Mins 1 Sec
    makin menurun aja moral bangsa ini...

  10. #9
    Letnan Satu
    Location
    ^ Batavia ^
    Posts
    1,947
    Power
    28 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 4 Days 15 Hrs 48 Mins 4 Secs
    kasian tuh

    nasib rakyat miskin slalu begitu :o

  11. #10
    Kapten
    Location
    Bandung Kota Mercy
    Posts
    2,521
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 5 Days 16 Hrs 47 Mins 43 Secs
    Gila...gw sampe sedih gini bacanya...
    Mana yang katanya orang2 indonesia itu ramah2???
    Mana katanya polisi itu adalah pelayan masyarakat...??

 

 
Page 1 of 5 12345 LastLast
Venom 300x250 MBtech

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Tanya: Bagaimana Caranya Naikin Pangkat
    By biawak in forum Saran Kritik & Pertanyaan
    Replies: 4
    Last Post: 10th July 2013, 19:25
  2. Anaknya Miyabi kali nih yah..
    By nesearth in forum Automotive
    Replies: 52
    Last Post: 10th July 2013, 13:48
  3. BBm naik lg
    By FrEaX in forum Saran Kritik & Pertanyaan
    Replies: 7
    Last Post: 16th May 2008, 16:28
Back to top