SINAR MAS GRUP ANCAMAN BESAR GLOBAL WARMING...

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 21
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/118517
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Mayor
    Location
    JAKARTA...
    Posts
    3,154
    Power
    15 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 2 Hrs 51 Mins 44 Secs

    SINAR MAS GRUP ANCAMAN BESAR GLOBAL WARMING...

    GREENPEACE: Sinar Mas Berhutang Perubahan Iklim Rp48,5 triliun per tahun Akibat Pembabatan Hutan di Sumatra.



    Greenpeace meluncurkan laporan penelitian yang mengestimasi bahwa kegiatan perusakan lahan gambut oleh Sinar Mas Grup di Sumatera saja, melepaskan hingga 113 juta ton karbondioksida, atau sama dengan total emisi CO2 Belgia pada 2005.

    Tiap tahun, Perusahaan itu berhutang 3,4 miliar Euro atau 48,5 triliun Rupiah, jika mengacu pada rata-rata harga 30 Euro per ton karbon (berdasarkan perhitungan Kyoto Phase II oleh lembaga riset pasar karbon terkemuka).
    Berdasarkan perhitungan Greenpeace, jika tidak ada tindakan segera, Konsesi Minyak Kelapa Sawit dan Kertas Sinar Mas Grup pada lahan gambut di Riau akan melepaskan emisi karbon dioksida sampai 2,26 miliar ton, setara dengan hutang perubahan iklim global hingga 97,4 triliun Rupiah.

    Di Provinsi Riau, Sinar Mas menguasai lebih dari 780.000 hektar perkebunan minyak kelapa sawit dan kertas. The World Wide Fund for Nature (WWF) memperkirakan sejak 2001, 450.000 hektar hutan atau setara dengan luas pulau Lombok, telah dirusak oleh perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) milik Sinar Mas Grup.

    “Berdasarkan analisa peta satelit, 52% perkebunan milik Sinar Mas Grup berada di lahan gambut. Berada di bawah hutan tropis, lahan gambut ini mengandung sekitar 35 miliar ton karbon. Penebangan hutan dan pembakaran hutan gambut ini melepaskan emisi gas rumah kaca dalam jumlah yang sangat banyak, merupakan bom waktu bagi persoalan perubahan iklim,” ujar Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

    Selain di Riau, kegiatan penebangan dan pembakaran hutan serta ekspansi perkebunan minyak kelapa sawit Sinar Mas Grup juga menjadi ancaman serius bagi hutan dan masyarakat adat di Kawasan Lereh, Papua. Kegiatan Grup ini juga mengancam ekosistem di Taman Nasional Danau Sentarum Kalimantan
    Barat, yang masuk daftar Convention on Wetlands of International Importance (RAMSAR).

    “Yang lebih mengkhawatirkan adalah rencana ekspansi Sinar Mas,” imbuh Bustar “Kepada publik perusahaan ini telah menyatakan akan melakukan ekspansi hingga 1,3 juta hektar di Papua dan Kalimantan untuk perkebunan minyak kelapa sawit baru. Tetapi yang publik tidak ketahui adalah Sinar
    Mas telah berencana membangun 2,8 miliar hektar perkebunan sawit di Papua, yang menurut temuan Greenpeace lebih dari dua kali lipat kepemilikan tanah Sinar Mas saat ini.”

    “Perubahan iklim telah menjadi ancaman terbesar masa depan bumi. Jika kita tidak menghentikan penebangan hutan yang tidak bertanggung jawab ini, maka kemajuan yang dicapai dalam perang mengatasi perubahan iklim menjadi kurang berarti. China, sebagai salah satu negara yang paling terkena
    dampak perubahan iklim, juga akan ikut menderita. Greenpeace menuntut Sinar Mas Grup untuk segeramenghentikan kejahatan iklim mereka yakni merusak lahan gambut dan hutan untuk perkebunan minyak
    kelapa sawit mereka,” Liu Shangwen, Jurukampanye Hutan Greenpeace China, menyimpulkan.

    Salah satu bentuk ancaman baru terhadap hutan Indonesia adalah maraknya pembukaan perkebunan kelapa sawit baru, yang didorong oleh meningkatnya permintaan dunia akan minyak kelapa sawit untuk makanan, sabun, kosmetik dan bahan bakar nabati. Indonesia, produsen minyak kelapa sawit terbesar di
    dunia, juga adalah salah satu negara dengan laju deforestasi tertinggi di dunia. Seperlima dari emisi gas rumah kaca dunia disebabkan oleh penggundulan hutan. Konversi hutan menjadi perkebunan merupakan penyumbang emisi gas-gas rumahkaca (GRK) terbesar di Indonesia yang
    menempatkan negara ini di peringkat ketiga pengemisi GRK terbesar di dunia.

    Sinar Mas mengekspor lebih dari 1 juta ton produk berbahan minyak kelapa sawit pada tahun 2007. India dan Cina tercatat menerima hampir separuh dari total ekspor mereka, sementara 200.000 ton dikirimkan ke Italia, Belanda, Jerman, Spanyol dan Inggris. Sinar Mas memasok Nestlé dan Wilmar dan, menurut data yang diterbitkan pada bulan November 2007, pembelinya termasuk Unilever, Proctor & Gamble,Henkel, Pizza Hut, McDonalds, Burger King, Danone, AAK dan Cargill.


    sumber:
    http://www.greenpeace.org/seasia/id/...perubahaniklim
    http://www.greenpeace.org/raw/conten..._indonesia.pdf

    Foto2 penggudulan hutan oleh Sinarmas:


  2. Eagle Eyes
  3. #2
    Brigadir Jendral
    Location
    I ♥ Semarang (2 KM dari Holy Stadium)
    Posts
    10,688
    Power
    98 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Hr 24 Mins 43 Secs
    wew..parah juga hutan digundulin sperti itu..

  4. #3
    ID Ini Dicurigai Melakukan Penipuan di http://modifika.si/586663
    Location
    Unknown
    Posts
    28,627
    Power
    134 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 4 Hrs 39 Mins 17 Secs
    wah merusak alam nih......

  5. #4
    Jendral
    Location
    B-A-T-I-K city
    Posts
    31,547
    Power
    158 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Days 12 Hrs 25 Mins 21 Secs
    wahh parahhh.....

  6. #5
    Kolonel
    Location
    plat R
    Posts
    9,874
    Power
    10 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 7 Hrs 1 Min 47 Secs
    aduh aduh... gimana ya.....
    suruh tutup aja nich...

  7. #6
    Letnan Kolonel
    Location
    Theater of Dreams
    Posts
    5,500
    Power
    48 
    M-Store Point
    0
    Online
    6 Hrs 8 Mins 20 Secs
    jgn babatin hutan mulu donk..

    hutan kan paru2 dunia..

    gmn coba jadinya klo hutan diabisin..??gmn nasib anak cucu kita???

  8. #7
    Honoured Member
    Location
    dirumah....tidur...sendiri...
    Posts
    5,828
    Power
    62 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 18 Hrs 55 Mins 25 Secs
    wadoh...boz besar g nih

  9. #8
    Mayor
    Location
    South Jakarta
    Posts
    3,581
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 15 Hrs 51 Mins 24 Secs
    Quote Originally Posted by aldhy darmayo View Post
    jgn babatin hutan mulu donk..

    hutan kan paru2 dunia..

    gmn coba jadinya klo hutan diabisin..??gmn nasib anak cucu kita???
    ya ga dipikirin bro.. mikirnya cuma duit

  10. #9
    Brigadir Jendral
    Location
    BJAmodified Bandung
    Posts
    10,744
    Power
    34 
    M-Store Point
    0
    Online
    6 Days 18 Hrs 39 Mins 17 Secs
    Duit nmr satu,mungkin global warming buat dy mah bodo amat.....:p

  11. #10
    Jendral
    Location
    Bandung
    Posts
    47,828
    Power
    153 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 3 Days 15 Hrs 58 Mins 14 Secs
    parah da......kejamnya manusia....

 

 
Page 1 of 3 123 LastLast
NGK Busi Venom 300x250

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Replies: 103
    Last Post: 12th July 2013, 09:50
  2. Bukti Pemanasan Global atau Global Warming
    By rams_liberu in forum Automotive
    Replies: 23
    Last Post: 26th June 2009, 08:01
  3. Stop GLOBAL WARMING !!!
    By Adward in forum Automotive
    Replies: 15
    Last Post: 4th June 2009, 22:17
  4. Global Warming
    By andhy in forum Automotive
    Replies: 2
    Last Post: 24th March 2009, 19:47
Back to top