PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 21
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/114041
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Letnan Satu
    Location
    soerabaya
    Posts
    1,654
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Mins 26 Secs

    Thumbs up PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU

    Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang
    pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik
    dan lebih menuruti apa mauku.


    Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan
    pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi,
    kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun
    sedikit. Aku pikir dia workaholic.


    Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang
    kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah
    romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2
    seperti itu sebagai ungkapan sayang.


    Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua,

    bahkan
    makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan
    berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang
    terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.


    Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan
    anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku
    menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.


    Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami.
    Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek
    sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya,
    dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena
    sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang
    perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha,
    temannya Mario saat dulu kuliah.


    Meisha
    tidak
    secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah
    melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar
    indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2
    waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan
    penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga
    yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.


    Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu,
    Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang
    akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang
    mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu
    dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.


    Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada
    Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis
    padaku, dan
    dalam sehari
    bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai
    sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan
    komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang,
    ada pekerjaan yang membingungkan.


    Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di
    RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal,
    karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa
    dengan suara riangnya,


    " Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau
    makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus
    mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi
    itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh
    cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah
    seumur hidupku yang aku
    lalui bersamanya,
    tidak pernah sedetikpun !


    Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya
    membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih
    sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya.
    Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku
    buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang
    kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa
    sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.


    Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha
    begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan
    membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku
    nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.


    Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan
    berhati
    bidadari itu? karena
    tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak
    dihatinya.


    Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka,
    hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.


    Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya
    keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka
    password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa
    buat
    tante Meisha ?"


    Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,


    Dear Meisha,


    Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung
    hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada
    Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya,
    karena dia ibu dari anak2ku.


    Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2
    mencintainya. Tidak ada
    perasaan bergetar seperti ketika
    aku memandangmu,
    tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak
    menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2
    terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak
    sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk
    mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku
    menikahinya.


    Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti
    ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang
    tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti
    pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun
    tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.


    Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang
    lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan
    kami.
    Meskipun hatiku terasa hampa, itu
    tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat
    Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan
    selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi
    tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada
    tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you
    are the only one in my heart.


    yours,


    Mario


    Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru
    berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan
    menyayangiku.


    Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia
    mencintai perempuan lain.


    Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap
    hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di
    lemari bajuku, tidak pernah aku berikan
    untuknya.


    Mobil yang dia berikan untukku aku
    kembalikan padanya. Aku mengumpulkan
    tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor
    untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak
    pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku
    terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu
    terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia
    memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.


    Betapa tidak berharganya aku... Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang
    perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia
    tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan
    aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan
    melamarku lalu menikahiku.. Betapa malangnya nasibku.


    Mario terus menerus sakit2an, dan aku
    tetap merawatnya dengan setia.
    Biarlah dia mencintai
    perempuan
    itu terus didalam hatinya. Dengan pura2
    tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu.
    Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu
    mencintainya.


    **********


    Setahun kemudian…


    Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman
    itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.


    " Mario, suamiku….


    Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja
    dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu
    yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak
    bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin
    memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan
    tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam
    dan
    menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang
    diinginkan
    banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku
    sehingga mau melakukan apa saja untukku…..


    Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan
    kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor
    dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.


    Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ?
    Kenapa
    kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi
    istriku ?"


    Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya..


    Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia
    bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu... Aku bukanlah
    wanita yang sempurna yang engkau inginkan.


    Istrimu,


    Rima"


    Di surat yang lain,


    "………Kehadiran
    perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi
    sedingin
    es.
    Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat
    cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh
    cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……"


    Disurat yang kesekian,


    "…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.


    Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu,
    aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku
    belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak
    lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan
    ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu
    meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku
    merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku
    suapi, aku menungguimu sampai
    tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah
    sakit saat engkau dirawat,
    karena penyakit pencernaanmu yang selalu
    bermasalah……..


    Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap
    berusaha dan menantinya…….."


    Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya…
    dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.


    Disurat terakhir, pagi ini…


    "…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9.
    Tahun
    lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang,
    karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin
    aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup,
    karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.


    Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran
    dimatamu. Engkau memelukku, dan
    menyuruhku segera ganti baju supaya tidak
    sakit.


    Tahukah engkau
    suamiku,


    Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9
    tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari
    matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………"


    Jelita menatap Meisha, dan bercerita,


    " Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat
    keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku.
    Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang
    itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku
    selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama
    menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan
    tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya
    masih memandangku sebelum dia tidak lagi
    bergerak……" Jelita memeluk
    Meisha
    dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu
    kecil untuk merasakan
    sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.


    Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario
    mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima
    membacanya.


    Dear Meisha,


    Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2
    dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh
    basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku
    baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai
    bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?


    Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan
    besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil
    mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena
    dia ibu
    dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….


    Meisha menatap Mario yang tampak
    semakin ringkih, yang masih terduduk
    disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah
    terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika
    seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.


    Jakarta, 7 Januari 2009 (dedicated to my friend....may you rest in
    peace...)

  2. Delapan Satu
  3. #2
    Kapten
    Location
    Jakarta Timur
    Posts
    2,341
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 5 Days 2 Hrs 47 Mins 36 Secs
    udah pernah baca nih, nice post...........

  4. #3
    Letnan Satu
    Posts
    1,845
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 9 Hrs 42 Mins 32 Secs
    hebat........ bagus banget ceritanya.... Sampai terhanyut gw......... Thx...

  5. #4
    Letnan Satu
    Location
    Bekasi.....
    Posts
    1,885
    Power
    10 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 15 Hrs 42 Mins 7 Secs
    Nice Story!!! Banyak pelajaran yg bisa diambil dr cerita ini...

  6. #5
    Letnan Kolonel
    Location
    Theater of Dreams
    Posts
    5,500
    Power
    48 
    M-Store Point
    0
    Online
    6 Hrs 8 Mins 20 Secs
    cerita nya baguss..tp panjang jg ya bos TS..hehe

  7. #6
    Mayor Jendral
    Location
    bb pin : 2855D02F
    Posts
    16,654
    Power
    52 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Mths 2 Wks 2 Days 50 Mins 12 Secs
    udah repost nihhh...

  8. #7
    Kolonel
    Location
    Bandung
    Posts
    7,566
    Power
    14 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 3 Days 15 Mins 51 Secs
    nice story bro..............

  9. #8
    Brigadir Jendral
    Location
    West Jakz
    Posts
    12,185
    Power
    140 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 22 Hrs 32 Mins 58 Secs
    berasa dejavu..tp nice story bgt nih...

  10. #9
    Kolonel
    Location
    plat R
    Posts
    9,873
    Power
    10 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 7 Hrs 1 Min 47 Secs
    panjang bener...
    nice cerpen bro.....

  11. #10
    Sersan Kepala
    Location
    Surabaya
    Posts
    694
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 1 Hr 7 Mins 10 Secs
    buagus banget bro,gw sampe hanyut ama ceritanya........

 

 
Page 1 of 3 123 LastLast
Venom 300x250 Mega Glodok Kemayoran

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU
    By Adward in forum Automotive
    Replies: 17
    Last Post: 6th February 2009, 12:58
Back to top