Proudly Presents : My Grand Livina Project
Scuto Laminating Simota CRC Indonesia

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 17 12345 ... LastLast
Results 1 to 10 of 168
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/103289
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Sersan Kepala
    Location
    Cabin Gain
    Posts
    637
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Hrs 48 Mins 57 Secs

    Proudly Presents : My Grand Livina Project

    Page 1 of 11

    Sebenarnya saya bingung mau share kemana ..
    Show Off bukan wong ada pola pikir saya dan sedikit teori2 yang saya tahu dan juga mobilnya standard saja kok. ke Forum Audio mau kemana ? lha mulai dari Headunit, Power, Speaker, Instalasi, Lainnya lengkap. Mau ke thread racikan Hwelly Audio wong bukan install disana melainkan di daerah saja . Jadinya saya ijin ama bos disini saja deh. Siapa tahu bisa dijadikan baca2 dan inspirasi temen2 lainnya untuk mengisi waktu. Oh iya saya bukan Installer ! saya adalah penggemar audio mobil saja dan benar saya yang menjadi Arsitek dari semuanya .. Kalau pembuatan box dan kayu2 dll tetap pakai bantuan orang lain tentunya, cuman saya yang meminta model dan designnya dengan kerjasama dengan pembuatnya. Untuk kabel2 saya yang menata sendiri termasuk customize dan setting suaranya.

    Prinsip saya adalah : Di dunia audio itu tidak semuanya mesti harus pintar, melainkan siapa yang tahu terlebih dahulu saja jadi kelihatan pintar, nanti yang sudah tahu juga jadi pintar..

    Saya belajar tentang Audio dari sekolah secara teknis, buku2, forum2, senior2, yunior2 juga jadi yang saya praktekkan di bawah adalah hasil dari semua pembelajaran tersebut.. bisa salah2 sih.. karena saya bejalar dari kesalahan orang lain juga dan jangan mengulangi kesalahan yang orang lain sudah pernah perbuat. Kalau saya ada kesalahan maka jangan diulangi pada kesempatan yang lainnya juga.

    "There are no secret to success. It is the result of Preparation, Hard Work and Learning from Failure"

    Ok .. this is the final battle begins ... (11 pages .. sorry !)



    My Grand Livina Project - The Good The Bad and The Ugly.

    Project Roadmap and Steps.
    I. Project Preparation, Design and Concept
    II. Project Specification, Profile and Overview
    III. Project Execution and Installation
    IV. Finalizing and Going Live
    V. Continuous improvement

    ================================================
    I. Project Preparation, Design and Concept
    ================================================
    - Choosing Sound Quality as my Theme.
    - Learning all about Sound Quality (never finished !)
    - Calculate Cost, Budget and Project Approval.
    - Project Kick Off

    next ... II. Project Specification, Profile and Overview.

  2. 36Goal.com
  3. #2
    Sersan Kepala
    Location
    Cabin Gain
    Posts
    637
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Hrs 48 Mins 57 Secs
    Page 2 of 11

    ================================================
    II. Project Specification, Profile and Overview
    ================================================

    Head Unit : Alpine 9887 (Obsolete .. Old Version)
    Picture :



    Made in USA. Saya pikir .. HU untuk SQ ini sudah jamak dipakai orang lain, featurenya lengkap dan sudah ada internal processornya, testimoni dari pemakai mengatakan sudah bagus dari berbagai aspeknya, Time Alignment cukup akurat dan harga juga cukup bersahabat dan satu lagi yaitu panduan untuk melakukan setting DIY sudah ada dan cukup lengkap dari Forum ini juga.
    Yang terpenting ada Unscac dan rekan2 lain yang selalu siap membantu tentang setting apabila ada kesulitan.. hehehe

    Head Unit : Clarion HX-D2 (Latest)
    Picture :



    Made in Japan. "Take you into the Recording Studio" katanya .. Head Unit Analog Berprocessor dengan 96 kHz sampling D/A (dari data digital ke analog) konverter yang hampir tidak bisa ditandingi Head Unit lain (rata-rata masih menggunakan sampling 48 kHz) .
    Digital Time Alignmentnya mantab .. tiap step nya cuman 0,7 cm atau 7 mm sehingga presisi suara solid dapat lebih mudah dicari dengan keakuratannya dan kerapatannya.
    Equalizernya pakai Parametric 5 Band .. wah mampus deh .. mesti bongkar RTA lama buat cari Q dan Frequency serta Gainnya ..
    Ada Feature untuk Mute suara setiap channel jadi cukup membantu untuk setting.
    Feature lain yang saya suka .. waktu setting volume bisa dibesarkan atau dikecilkan walaupun dalam menu setting misal XOver atau TA.
    Untuk support High Current Voltage demand dia menggunakan eksternal DC/DC konverter yang menyediakan supply arus yang stabil akibatnya hasil kualitas suara meningkat dan lebih tahan serangan noise sehingga lebih jernih lebih hening .. (sayang panas yang dihasilkan lumayan juga pada sasis tembaganya bila A/C tidak hidup).
    Sewaktu di On kan .. lho suaranya kok jadi gedhe2 imagenya .. lho kok bisa muncul suara ini .. lho kok vocalnya sudah agak di tengah dll. Belum di T.A dan EQ suaranya dah panggung banget deh. Pemakai HX-D2 yang sampai ganti H.U ini akan pada menyesal deh (My Personal Opinion).
    HX-D2 ini sudah siap main 4 way Full Active karena output RCA nya ada High, Mid, Low dan Subwoofer. Jadi kalau ada power minimal 4 kanal x 2 atau 6 kanal + Monoblock sudah bisa main Full Active 4 way.
    Tampangnya High End banget ga ada warna - warninya cuman hard glass glossy saja tapi saya suka karena tombol2 dan knob tidak mudah scratch dan pudar (not like Alpine).
    Kesan pertama pasang Head Unit ini menggantikan Alpine 9887 .. hemmm .. gitu deh.

    CD Changer : Clarion DCZ625
    Picture :



    Made in Japan. 6 Disc Capability menggunakan koneksi standard Clarion CeNET dengan Balanced Audio Line Transmission and Dynamic Noise Canceling.
    Masih 8 kHz sampling D/A konventer yang tentunya kualitas suara jauh dibandingkan kalau CD dimainkan di Head Unit langsung karena koneksi dengan CeNET masih menggunakan D/A milik CD Changer ini .. Kalau mau menggunakan D/A di Head Unit harus pakai kabel Digital Fiber Optik yang langka dan sulit carinya karena ini kepala di Head Unit HX-D2 agak kecil kayaknya proprietary untuk Clarion HX-D2 saja. Yah lumayan lah buat diisi lagu2 non Audiophile.

    to be continued ..

  4. #3
    Sersan Kepala
    Location
    Cabin Gain
    Posts
    637
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Hrs 48 Mins 57 Secs
    Page 3 of 11

    II. Project Specification, Profile and Overview (Continue..)

    All Cables :

    RCA Cable to Power Amplifier : Krone (Obsolete .. Old Version)
    Picture :

    Denmark's brand .. Merk kurang familier tapi modelnya keren.. hehehe, resistansinya saya ukur bagus. Ground wirenya cukup tebal, konektornya mantab, tapi kakunya bukan main sehingga waktu instalasi sebagian waktu terbuang untuk memikirkan cara ulir dan penarikan kabelnya ke box belakang. Saya posisikan untuk meneruskan sinyal Rear Hu - High Pass (Tweeter dan Midrange) ke Power Channel A. Saya pikir RCA ini cukup bagus dan setidaknya referensi teman2 juga ga ada yang bilang jelek. Kekurangannya saya ga bisa dapat spec lengkap termasuk featurenya di web. Panjangnya 5 meter.

    RCA Cable to Power Amplifier : Phass SI1 balanced signal cables (Latest)
    Picture :

    Made in Japan .. Saya posisikan untuk meneruskan sinyal High H.U - High Pass (Tweeter dan Midrange) ke Power. RCA ini satu - satunya RCA buatan Phass, jenis kabelnya sudah Oxygen Free Copper (OFC), memiliki pengarahan (directional) untuk instalasinya, kabelnya lentur dan fisik kulitnya mengkilap warna biru serta halus sekali buatannya, harganya juga cukup manusiawi.
    Typenya Simetrik dengan Tembaga yang dilapis Perak .. dibungkus dengan Aluminium Foil untuk menahan interferensi noise dan distorsi dari mobil. Ada inovasinya nih .. di antara 2 kabel di tengahnya ada 1 kabel tunggal yang bisa digunakan untuk Remote Power On dari Head Unit ke Power Amplifier.
    Final Resultnya .. (bersama component lain tentunya) suara bebas 100 % dari Noise, Hiss, Storing dll.
    Jadi tidak pusing masalah Storing . Panjangnya 5 meter.

    RCA Cable to Power Amplifier : Stinger Expert Series SX17
    Picture :

    Made in USA. Salah satu type tertingginya Stinger dan sudah langka, jenis kabelnya sudah Oxygen Free Copper (OFC), memiliki pengarahan (directional) untuk instalasinya, kabelnya lentur, Double Twisted-Pair Design, sudah pakai lama dan tidak pernah ada masalah misal storing atau apa kek (tentunya instalasinya perlu menunjang). Saya posisikan untuk meneruskan sinyal Front Hu - Low Pass (Midbass) ke Power. Panjangnya 5 meter.

    RCA Cable to Power Amplifier : Stinger Pro level 3
    Picture :

    Made in USA. Untuk backup saja (contigency plan) .. Salah satu type menengah ke bawahnya Stinger, jenis kabelnya sudah Oxygen Free Copper (OFC), memiliki pengarahan (directional) untuk instalasinya, kabelnya lentur, bukan type shielded tapi Double Twisted-Pair Design. Panjangnya 5 meter. RCA ini saya pasang dan saya twist juga bersama RCA2 lain, siapa tahu besok ada masalah maka ga perlu bongkar karpet lagi. Panjangnya 5 meter.

    RCA Cable to Monoblock : Symbilink (Default)
    Picture :

    Made in USA. Bawaan dari monoblock Zapco 500.1 30th Anniversary Black Edition. Balance system beda dengan RCA biasa. Menurut Zapco sih sinyal dengan balance system lebih anti noise katanya daripada Unbalance System (RCA Normal). Panjangnya 6 meter.

    Speaker Cable : Stinger 12 AWG HPM Premium Audio Cable (Obsolete .. Old Version)
    Picture :

    Made in USA. Audiophile Grade, kabelnya sudah Oxygen Free Copper (OFC) dan sudah twisted di dalamnya. Kabel konduktornya dari timah. Diameter penampangnya besar sehingga resistansi antar ujung semakin kecil. Kabelnya lentur memudahkan instalasi. Saya posisikan untuk meneruskan Output dari Power ke Pasif dan ke Midbass. Oh ya .. untuk Output dari Monoblock ke Subwoofer juga. Panjang sekitar 5 meter.

    Speaker Cable : Stinger 16 AWG HPM Premium Audio Cable (Obsolete .. Old Version)
    Picture :

    Made in USA. Audiophile Grade, kabelnya sudah Oxygen Free Copper (OFC) dan sudah twisted di dalamnya. Kabel konduktornya dari timah. Diameter penampangnya kecil (standard). Kabelnya lentur sehingga memudahkan instalasi. Saya posisikan untuk meneruskan Output 2 way dari Pasif ke Tweeter dan Midrange. Panjang sekitar 2 meter.

    Speaker Cable : Wire World - The Stream 16 /2 (Latest)
    Picture :

    Made in Canada. “A very good budget cable which equals any of its peers in midrange and treble and beats almost all in the bass.” Kata Hi fi Choice ..
    "Detailnya Soft dan Claritynya sangat bagus untuk Midrange dan Tweeter .. highnya masih di atas Kimber Cable Standart" Kata UnScac - Car Audio Consultant.
    Kabel ini sudah diuji dan direview secara multinasional dan mendapatkan banyak penghargaan (Award Winning) dari beberapa lembaga yang cukup independen dan dipercaya .. jadi ga perlu diuji sendiri deh.
    Mereka membuat kabel dengan mengeliminasi medan electromagnetic (Inductive) yang membuat mutu suara terdegradasi. Mutu kabel yang baik idealnya memiliki resistansi dan induktansi yang kecil sehingga tidak menyebabkan kolorasi suara. Wire World menamakan teknologi untuk kabelnya yaitu innovative DNA Helix design. Warnanya Putih Mutiara sangat mulus dan lentur. Harganya juga cukup manusiawi.
    Type Stream ini adalah 2 kanal sedangkan untuk biwire (isi 4) nya adalah type Luna.

    to be continued ..

  5. #4
    Sersan Kepala
    Location
    Cabin Gain
    Posts
    637
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Hrs 48 Mins 57 Secs
    Page 4 of 11

    II. Project Specification, Profile and Overview (Continue..)

    All Powers :

    Power Amplifier : Audison New Lrx 4.5 (4 Channel)
    Picture :

    Made in Italy. Total Harmonic Distortionnya rendah, Hidden Cable Installation, outputnya 4 Channel @75 watt RMS, ada Crossover lengkap Hipass & Lowpass, dokumentasinya lengkap, bentuknya compact dan modelnya saya suka .. hehehe.
    Waktu beli terobsesi sama Audison Venti ga mampu.. turun ke Vrx masih mahal juga.. ya akhirnya turun ke Lrx saja. Seri Lrx ini ada yang dapat EISA Award 2007 jadi makin mantab pilihnya minimal sudah di test ama expert2 manca negara. Sudah pakai 1 tahun cukup bandel dan ga pernah rewel. Entah karena powernya atau yang lain yah .. saya besarkan volume sampai 70-80% kemudian saya pause.. suaranya hening sekali.. no noise no humm no hiss. at least in my ear ! Ada yang bilang Audison kurang kuat.. bagi saya tidak tuh. Habis bagaimana kan guwa cuman customer jadi ga bisa main coba2 power lain2. Mungkin masih banyak merk lain yang lebih baik.. bagi saya sih sudah puas .. Heningnya itu lho yang bikin jatuh cinta. Kalau kenal Unscac sebelum beli power .. mungkin bisa lain ceritanya.

    Power Monoblock : Zapco 500.1 30th Anniversary Black Edition.
    Picture :

    Made in USA (yang punya saya masih made in Modena USA). Dampingnya bagus yang mana ngeremnya subwoofer pasti ABS asli bukan (Asal Berhenti Syukur), bentuknya compact dan edisinya saya suka karena edisi khusus. Waktu beli referensi teman sih, dia juga pakai dan saya cukup suka bassnya pendek dan hantamannya bersih, hampir tidak ada buntut di samping tentunya cutting, box dan driver subwoofernya berperan di dalam kerjasama ini. Sayang di Grand Livina saya boxnya tidak bisa besar cuman dapat 21 liter doang. Jadi cut High Pass Frequency (Subsonic Filter) saya tinggikan sedikit kesekitar 30Hz saja. Terus terang saya ga suka Over Bass, cenderung saya gunakan untuk membantu Midbass memberi efek lebih mantab saja bukan untuk dung2.

    to be continued ..

  6. #5
    Sersan Kepala
    Location
    Cabin Gain
    Posts
    637
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Hrs 48 Mins 57 Secs
    Page 5 of 11

    II. Project Specification, Profile and Overview (Continue..)

    All Drivers :

    Tweeter : Scanspeak D2905_950000 (Obsolete .. Old Version)
    Picture :

    Made in Denmark. Tweeter legendaris, pabrikannya layak dipercaya, menggunakan Ferro Fluid dimana diklaim mampu bertahan sampai frequency tinggi dengan baik. Frequency Responsenya kerennnn, harganya cukup bersahabat, referensi Audiophile di berbagai manca negara juga mantab, jenisnya dome maka sebarannya lebar jadi mesti tahu sifat On Off Axisnya supaya bikin angling pilarnya bisa bagus.. setelah belajar2 saya buat perhitungan sudut Axis versi saya sendiri nanti kalau sempat saya tunjukkan idenya mengapa pengarahan saya sekian derajat dan mengapa jarak tweeter dan midrange berbeda, biasanya saya kalau bikin suatu sistem mesti tahu data2 lengkap pendukungnya, pilih2 barangnya itu lho saya rewelnya minta ampun .. tapi setelah saya putuskan maka saya anggap itulah yang terbaik dan rumput di rumah sendiri lebih bagus kok dari rumputnya tetangga sebelah, hahaha..

    Tweeter : Scanspeak R2904_700000 (Latest)
    Picture :



    Made in Denmark. Hi End Class man .. ! The Lord of The Rings, Tweeter legendaris, pabrikannya layak dipercaya, Frequency Responsenya kerennnn.. Mascot dari Scanspeak saat ini dan bahkan sampai sekarangpun tim R&D dari Tymphany belum menemukan pengganti yang lebih baik dari Tweeter ini walaupun sudah dicoba dengan berbagai versi barunya (Pasar internasional sudah membuktikan .. lihat aja harga di Madisound dan Web lain .. Tweeter Scanspeak mana yang termahal !). Sensitifitasnya mencapai 94,5 db SPL yang belum pernah saya lihat atau baca di Spec manapun. Magnet systemnya bentuknya aneh kayak pesawat luar angkasa dan bahannya dari SD-2 Neodymium Motor yang diklaim akan mengurangi distorsi dan memberikan Transient Response serta Tonal Balance yang lebih baik.. Saat ini saya pasang untuk menggantikan Scanspeak D2905_950000 yang saya miliki di versi pertama dan tidak merubah pilar karena ukurannya sama persis diameter luar flangenya malahan magnetnya lebih kecil sedikit, cuman yang baru sudah terbuat dari Neodymium yang lebih kuat sedotannya. Kesan pertama tanpa merubah setting dan pasif tapi tuning dikit di Equalizer dan hasilnya adalah :
    "Apapun makanannya .. Tweeternya harus Ring Radiator 7000 !".
    Bunyi getar dan resonansi gesekan petikan senar gitar jadi tampak nyata dan bunyi tiingggg dari Triagle - Percussion Instrument benar - benar jelas dan tinggi sekali. (Power Amplifiernya harus support untuk range frequency tinggi lho ya ! kalau Audison saya bisa sampai 80KHz .. kalau tidak ya tetap mampet juga.) Saya putar volume sampai sangat keras sekali .. ini Tweeter tetap nyanteee saja .. busyet ! tidak pecah dan tetap jelas suaranya.. sementara MG10 (Sebelum diganti Scanspeak 12M) dah mulai gejala stroke ringan. Overall .. hemmm thanks to Unscac.

    Midrange : Vifa MG10MD09-04 (Obsolete .. Old Version)
    Picture :

    Design in Denmark .. Made in China and QC in Denmark. Midrange legendaris, pabrikannya layak dipercaya, Frequency Responsenya kerennnn, harganya cukup bersahabat, referensi Audiophile di berbagai manca negara juga mantab, ukurannya lumayan kecil, blindspot sudah bisa saya atasi dengan design pillar yang pas. Karena Tweeter pakai Scanspeak maka saya pikir dengan Midrange Vifa harusnya tidak kontra masakannya, apalagi di forum ini sudah banyak yang puas jadi makin mantab saja untuk memasangkan dengan Tweeternya. Bentuk dan warnanya bagus saya suka. Vas nya 2,3liter di 84Hz karena pilar saya ukur sekitar 1,2 liter bruto dan cutting highpass di sekitar 300Hz an maka saya pikir ga masalah untuk dipasang di pilar. On Off Axisnya bagus jadi karena tweeter saya sekarang Ring Radiator yang sedikit Off Axis maka keduanya bisa difocuskan dengan sudut yang sama dengan tweeter sehingga tampilan pilarnya lebih manis gitu lho.
    Besok kalau Unscac dan mulai pakai Scanspeak 12M nanti guwa mau ahh diupgrade juga jadi 1 set High End home speaker in my Grand Livina.

    Midrange : Scanspeak 12M_4631G00 (Latest)
    Picture :


    Made in Denmark. Hi End Class man .. ! Midrange legendaris, pabrikannya layak dipercaya, Frequency Responsenya kerennnn.. Mascot dari Scanspeak saat ini bersama R7000.. Jadi deh 2 way dari Top of The Line nya Scanspeak.. Coba saya rekan2 browsing dan cari Home Audio yang pakai kedua Driver ini dan cek berapa harganya hehehe..
    Waktu pertama kali ganti Vifa MG10 ke 12M ini langsung terasa bedanya walau pakai pasif dan settingan tidak ada perubahan sama sekali. Vocal langsung terasa warm dan gedhe2 imagenya. digeber volume tinggi tetap "nyantee saja bos .. ga masalah !" kira2 kata2nya begitu.
    Karena sudah diplanning pada waktu buat Pillar dulu, maka pergantian MG10 ke 12M tidak merubah konstruksi pillarnya, cuman ada diameter lobang yang perlu dibesarkan pakai kikir sedikit, langsung masuk dengan lancar drivernya. Saya pilih Mid ini karena mengejar warna suara dari Scanspeak yang cenderung warm dan Smooth Midrange Response.
    Ada pilihan lain Seas RM120 bagus juga lebih dinamis reviewnya, cuman ga masuk ke Pillar saya mesti merubah konstruksi total dan anglenya.


    Pasif : Custom by Hwelly Audio (Obsolete .. Old Version)
    Made in Indonesia hahaha. Ga ribet2 dan cukup sederhana yang saya butuhkan cuma cutting nya tepat sehingga gain di Tweeter dan Midrange benar2 hampir flat. Kan response Tweeter dan Midrange saya bagus gitu lho. Pakai Orde 2 - 12 db / oktaf. Bahan dari Solen untuk Tweeter dan Bennic untuk Midrange. Ada update ditambah rangkaian Zobel untuk membuat impedansi lebih rata untuk midrangenya sehingga suara Midrange lebih tenang. Cutting Lowpass ada di Frequency 2 Khz untuk Midrange dan Highpass ada di Frequency 3,2 Khz untuk Tweeter. Harganya murahhh special modcomers dan sudah pakai di "Custom" lagi. Nih PM dari si bos : ".. pasif sudah jadi dan masuk kok gainnya. Hasilnya bagus dan tweeter kondisi prima" Jadi lebih mantab kan saya.

    Pasif : Custom DIY (Latest)
    Made in Indonesia hahaha. Karena konfigurasi saat ini belum Full Active 4 Way masih pakai Pasif untuk Midrange 12M dan Tweeter R7000) maka saya bikin pasifnya sendiri beli component dari Madisound (titip adik) dan pesan Design dari Madisound juga buat DIY cari komponen di Indo susah tidak ada rekanan atau referensi dan takut mengenai kualitasnya. Ternyata asyik juga learning by doingnya .. Berdasarkan riset atas knowledge dari Modcom, Senior2 (Bandung, Jakata, Surabaya), Yunior2, Forum Luar dan beberapa article maka saya nekat buat pasif sendiri (kebetulan saudara punya beberapa temen jago di pasif jadi bisa konsultasi)..
    Komponennya rekomendasi dari Humble Home Made Capacitor Test. yang seri pakai Clarity Cap ESA , SA dan Coil Goertz Alphacore yang paralel pakai Clarity PX dan beberapa Solen untuk Zobel sedangkan Resistor MOX Mundorf.
    Konsekuensi yang harus bisa diterima adalah keluar duit lebih banyak daripada diserahkan ke Installer jago (emm .. kadang entah kenapa yah .. kalau tahu "jadi" gitu sementara tidak ada komparasi dan mengerti improvement progressnya dimana gitu, saya kok masih tidak bisa merasa puas dan mantab dan lega dan yakin .. hehe) .. Dan karena emang ini Hobby, akhirnya saya beranikan diri .. hahaha.
    Langkah pertama siapkan RTA PC (Thanks UnScac atas bantuannya) pakai Behringer ECM8000 + Phantom Power dan soundcard External Creative XFi. Software ada beberapa diantaranya Spectra Lab, True RTA, ARTA, X-Over Pro dll (Jangan ditanya beli atau tidak ya !). Memang tidak seakurat professional RTA .. tapi lumayan untuk cari Gain dan beberapa Response Measurement untuk guidence what to do next.
    Saya buat mulai dari 1st Order untuk T&M kemudian 2nd Order untuk T&M, kemudian 3rd Order untuk T&M. Diukur responsenya dan didengar hasilnya sampai prosesnya berhari2 (tidak terus2an lho), dipasang attenuator, dipasang Zobel, dicabut lagi dst .. untuk memilih mana yang terbaik dari beberapa sample pasif di atas dan mulai dari asalnya bingung -> agak bingung -> lumayan -> mulai jelas -> Stop disini.
    Akhirnya decisionnya adalah 3rd Order untuk Tweeter dan 2nd Order untuk Midrange dengan Crossover Point di 4 kHz. Ini adalah type Asymetrical Order dimana Phasenya koheren sekali dan tidak ada pembalikan katup polarity semuanya +- yang sama. Ternyata kalau Phasenya sama itu kita tidak bisa membedakan lagi suara keluar dari Tweeter atau Midrange .. kalau Phasenya geser itu jelas terdengar dengan cara Kuping didekatkan Pol ke Driver. Phase koheren yang dicari itu pada area 1 s/d 2 oktaf naik turun pada Crossover Frequency 4 kHz. Sebagaimana yang saya tahu bahwa frequency sekitar human voice area 2 kHz s/d 6 kHz
    dan celakanya itu ada diarea Crossover Frequency, jadi kalau sampai salah maka bisa timbul Dip atau Peak disana. Dip masih bisa diterima tapi Peak akan merusak suara.
    Nanti kalau bosen main pasif .. tinggal ganti power 6 channel terus Cutting pakai aktif.

    Midbass : Seas PW1651_l0018-04S (Lotus by SEAS)
    Picture :

    Made in Norway. Midbass legendaris, pabrikannya layak dipercaya, Frequency Responsenya kerennnn, harganya cukup bersahabat, review2 di web forum juga bagus. Clarity bassnya bersih, pendek dan sodokannya cukup bagi saya. Ini seri lama karena sudah diganti dengan /1 yang konusnya ada lincipnya. Fisiknya bagus, halus dengan konektor bukan model solder tapi baut. Magnetnya cukup besar sehingga sensitifitasnya baik dan redamannya juga baik. mungkin kalau saya pingin upgrade2 lagi rencananya Midbass ini salah satu yang akan saya pertahankan.

    Subwoofer : XTant A1040 Single Coil
    Picture :

    Made in USA. Ini subwoofer untuk SQ. Saya cuman pakai 1 Subwoofer saja 10" sealed soalnya design box di bagasi belakang kecil sih. Modelnya Hexagonal bukan rata / bulet di konusnya dan diklaim diameter konusnya hampir setara 12 sehingga xMaxnya lebih tinggi dari 10" biasa. Setting rendahnya sengaja saya kurangi karena box juga cuman sekitar 21 liter jadi ga berani di High Pass (Subsonic filter ) terlalu rendah. Di Zapco monoblocknya saya High Pass di sekitar 35Hz kan tetap masih ambience di freq 30Hz ke bawah juga cuman lemah, tapi saya minta ke pembuatnya saya pokoknya rigid dan anti bocor, setelah jadi bagian dalamnya dicor pakai mixed resin dan talk diaduk dulu dan diteteskan dengan diputer2 boxnya biar rata semua ga bocor. Setelah cor resin dan talk saya kasih peredam dari kain perca yang sama untuk lapis karpet mobil di semua sisi kecuali baffle depan. Untuk Subwoofer saya ga terlalu rewel untuk pemilihannya dibandingkan driver lain. Asal barang branded dan kwalitasnya cukup saja. Sampai saat ini juga sudah puas kok.

    to be continued ..

  7. #6
    Sersan Kepala
    Location
    Cabin Gain
    Posts
    637
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Hrs 48 Mins 57 Secs
    Page 6 of 11

    II. Project Specification, Profile and Overview (Continue..)

    Others :

    Capacitor Bank Head Unit : DIY
    Picture :


    Made in .. (Unknown). Saya buat sendiri dengan paralel capacitor2 merk Elna (entah asli atau tidak) 3300 microfarad /16 volt sebanyak 16 buah .. yah kira2 hasilnya 50.000 microfarad ini fungsinya cuman stabilisasi tegangan dan supply arus di daerah HU saja. jadi pada saat tegangan dan arus alternator tidak stabil akibat ada lonjakan kebutuhan misal hidupkan a/c dll maka HU akan mengambil stock arus yang ada di capacitors ini. Ngefek ga ? jawabnya tidak pernah test secara independen untuk suara.. cuman nice to have saja kan teorinya masuk akal.. persis seperti fungsi Capacitor Bank untuk stock arus di dekat Power Amplifier. Mau beli yang flux mahal jadi buat sendiri deh.. Jangan terlalu diperhatikan yah khusus yang ini .. wong daripada nganggur saja.

    Capacitor Bank Head Unit : Roederstein 22000mf / 16 Volt
    Picture :


    Made in Germany. Kan Head Unit saya keren (weks) jadi sekalian beli dari rekan Modcom lain tanya yang paling bagus apa terus dibeli saja hehehe. Fungsinya cuman stabilisasi tegangan dan supply arus di daerah HU saja. jadi pada saat tegangan dan arus alternator tidak stabil akibat ada lonjakan kebutuhan misal hidupkan a/c dll maka HU akan mengambil stock arus yang ada di capacitors ini. Ngefek ga ? jawabnya tidak pernah test secara independen untuk suara.. cuman nice to have saja kan teorinya masuk akal.. persis seperti fungsi Capacitor Bank untuk stock arus di dekat Power Amplifier.
    Pasangnya pada setelah Distribution Block + ke D/C to D/C + Pararel dengan + yang ke H.U juga. Negative Ground.
    FYI .. + dan - keduanya saya pakai Distribution Block semua, karena pengalaman kabel power +- nya kan agak gedhe2 itu .. saya kesulitan kalau pas bongkar2 H.U dll mesti Solder2 lagi. Kalau pakai Distribution Block kan enak tinggal di buka pakai kunci L beres. Distribution Block ada 2 set yang 1 set +- ada di kompartemen dekat Dashboard dan 1 set +- ada di bagasi dekat Power Amplifier.

    Capacitor Bank Power Amplifier : Performa 1 Farad.
    Picture :


    Made in .. (Unknown). Featurenya ya lumayan lah .. Sudah ada Voltage Displaynya .. Soft turn on (No surge current)-8 sec delay, juga sudah ada Over Voltage dan Low Voltage Protectionnya, juga ada Reverse polarity alert.
    Cuman sekedar beli Capacitor Bank yang kwalitasnya cukup baik halus barangnya dan tidak pilih2 merk. Wong 1 farad itu kalau asli gedenya minta ampun kok, kan electrolitnya butuh banyak ! hehehe.

    TV Tuner : AVT AP380
    Picture :


    Made in Korea. Mau beli yang branded muahal pol. Jadinya ambil ini saja dah cukup baik penerimaannya daripada yang indash2 yang include tv tuner untuk hasilnya. Tunernya output masuk ke monitor Necvox baik untuk gambar maupun suara. Suara keluar dari output head phone ke speaker fullrange kecil. Soalnya saya ga mau integrasikan system tv ini ke system audio saya.

    Monitor : Necvox 5 Inch
    Picture :


    Made in Taiwan. Copotan head rest nganggur .. buat liat tv saja (istri : sinetron -> anak : kartun -> saya : formula_1). Diagonalnya kecil dan karena di G/L ga bisa Indash karena A/C maka saya belikan console dash dari sponsor lain terus saya pakai buat tempat monitor ini. Dan ini keuntungannya : slot di bawah HU bisa saya kasih laci yang ada jamnya. Saya selalu kesulitan dan penumpang lain juga untuk liat jam karena di G/L ga ada jam yang nyala kecuali di HU 9887 bagian bawah dan itu kecil lagi. Untuk suaranya saya ambil dari output jack head phone terus saya kasih speaker fullrange kecil kayak yang di radio2 portable kecil itu .. sekedar bunyi saja. Keren kok kayak home theater .. hahaha

    end of II. Project Specification, Profile and Overview

    next ... III. Project Execution and Installation.

  8. #7
    Sersan Kepala
    Location
    Cabin Gain
    Posts
    637
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Hrs 48 Mins 57 Secs
    Page 7 of 11

    ================================================
    III. Project Execution and Installation
    ================================================

    - Pemasangan Peredaman.

    Picture :

    Pemasangan "peredam" ada di full plat pintu dalam dan luar pada pintu depan kanan dan kiri. Pakai merknya Automat yang aspal hitam kemudian dipanasi dengan headgun untuk membentuk cekungan2nya. Khusus pada belakang Midbass saya kasih kain perca kira2 30x 30 yang agak tebal untuk impact langsung Midbass dan dipasang juga dengan lem Fox menempel pada plat pintu paling luar dekat jalan dan tidak menutupi lobang Midbassnya. Untuk lantai mobil saya pakai karpet dari kain perca warna hijau yang tipis pilihnya biar tidak menyulitkan waktu pemasangan kursi2 kembali. Pemasangan pakai lem Fox di plat dan di kain percanya. Efeknya lumayan suara ban dan kolong mobil jauh berkurang walaupun tidak peredam aspal kalau kaleng plat di tok2 bunyinya sekarang sudah tuk2. Berat peredam ini juga relatif ringan kok dibandingkan kalau di lantai dasarnya diberi full peredam aspal tentunya berat kendaraan akan bertambah ujung2nya performance kendaraan menurun dan bensin boros. Kalau bawaan mobil sebenarnya sudah ada juga tapi sedikit dan kurang rapi .. warnanya merah ada di gambar kanan atas. Beli 2,5 mter ama lem Fox cuman < 200rb dan kasiatnya jauh melebihi harganya terutama untuk meredam Road Noise pada saat kendaraan lagi jalan.
    Pengujian peredaman kabin mobil bagus atau tidak yang saya lakukan adalah dengan menutup 1 pintu saja dengan semua pintu lain tertutup rapat termasuk jendelanya.. bila sulit menutup akibat membal atau mental maka accousticnya adalah baik. Coba buka lagi 1 pintu dengan jendela dibuka sedikit maka menutupnya sekarang harusnya jadi mudah lagi.

    - Pemasangan Kabel2.

    Picture :

    Sekalian bongkar2 lantai maka dipisahkan jalur kabel2 baik positif dan negatif, Kabel Speaker maupun RCA. Peletakan yang saya pilih adalah :
    -> Kabel Tegangan Positif dan Negatif langsung dari aki dan dilewatkan pada sebelah kiri penumpang dan dicabang untuk HU dan langsung sampai ke bagasi mobil belakang. Jadi saya tegangan negatifnya langsung dari Aki dan 1 sekring utama untuk ke Terminal Aki +. Percabangan untuk HU sudah dipersiapkan kalau pas ke bengkel sampai cabut aki maka setting Alpine 9887 tidak hilang semua dengan cara dihubungkan dengan aki kecil untuk menjaga memori dari HU. Semua kabel tegangan memakai ukuran standard 4 AWG (American Wire Gauge) dengan diameter penampang tembaganya +- 5 mm, semua merk Eterna SII (Standart Industri Indonesia). If you use less wire size than the power current need, so .. your sound won’t go boom. It’ll just go Blap ! It takes lots of current to make lots of power! And remember .. for current to travel, you must complete the circuit from the positive terminal to the negative terminal with the same size of wire. Whatever you use for power (+) you must also use for Ground (-) so 4 gauge power (+) wire always use 4 gauge ground (-) wire ! Please make sure this.
    -> Kabel Speaker kiri : MidB, Pasif, MidR dan Tweeternya saya taruh di tengah agak ke kiri
    -> Kabel Speaker kanan : MidB, Pasif, MidR dan Tweeternya saya taruh di tengah agak ke kanan
    -> Kabel RCA 4 pasang saya pilin sesuai anjuran dari Unscac dan saya isolasi hitam semua dan saya letakkan di sebelah kanan sopir.
    Semua isolasi menggunakan 3M just for make sure !

    - Pemasangan Pasif Crossover.

    Picture :

    Pasif saya pasang di Foam pada sebelah bawah penumpang dan sopir dengan dibuat lobang kotak seukuran Pasif. Lumayan tidak menggangu kolong kursi mobil yang bisa dipakai untuk tempat CD Chase atau barang lain, sehingga kalau lagi dibersihkan pakai Vacuum Cleaner tidak kesulitan. Lokasi tersebut juga relatif bebas dari medan electromagnetic yang merusak suara dengan noisenya.

    to be continued ..

  9. #8
    Sersan Kepala
    Location
    Cabin Gain
    Posts
    637
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Hrs 48 Mins 57 Secs
    Page 8 of 11

    III. Project Execution and Installation (Continue..)

    - Pemasangan Midbass.

    Picture :

    Setelah dan selama proses peredaman di pintu2 maka sekalian doortrim dilobangi untuk tempat Midbass yang dikeluarkan dari tempat semulanya (ex nempel di panel plat pintu). Midbass tidak dipasang / di "angle" melainkan tetap lurus hanya asalnya suara ada dibelakang doortrim sekarang langsung ke ruangan dengar. Efek suara bassnya tentunya lebih bersih karena tidak ada gema yang berasal dari ruangan antara belakang doortrim dan plat pintu yang membikin suara bass tidak bisa focus dan bersih.
    Bagi yang biasanya Midbass tidak dikeluarkan kemudian Midbassnya dikeluarkan maka kesan petama adalah suara bass jadi mengecil / berkurang ! ini wajar karena gaung yang biasanya terjadi di antara rongga doortrim dan plat pintu sekarang sudah tidak ada lagi. Justru sekarang hentakan bass jadi lebih benar dan bersih tidak ada gaungnya. Kasus yang sama terjadi pada Box Subwoofer yang asalnya tidak diberi peredam kemudian diberi peredam kesan pertama juga bass akan kelihatan berkurang. Bass yang benar itu seharusnya bersih, pendek dan tidak gaung (istilahnya bos Unscac menyanyi di Kamar Mandi).. misal bass betot atau cello pun jadinya harus pendek dan cepat bassnya.. maksudnya bila ada suara gaung maka bass jadi kelihatan kotor karena waktu gaung terjadi seharusnya sudah ada susulan suara bass yang lain dan karena gaung dan suara ada pada saat bersamaan maka suara bass terlihat kotor dan lambat. Bass bersih dan cepat tentunya juga dipengaruhi kemampuan damping dari perangkatnya juga.
    Pembuatannya dengan cara membuat dasaran yang ditempelkan di plat pintu dari kayu MDF (Medium Density Fiberboard) dengan ukuran sesuai kebutuhan dan pada lobang speaker dari dasaran tsb dipasang 4 ring dari MDF yang ditumpuk sehingga menonjol sampai keluar sedikit dari bibir doortrim. Sedangkan di doortrimnya dibuatkan cetakan dari fiber untuk variasi / tutup dari ring mdf tersebut. cetakan fiber ini tidak menempel dengan tumpukan ring tempat Midbass dipasang melainkan disekrup di bagian belakang doortrim.

    - Pemasangan Midbass (Water Resistance).

    Picture :

    Saya selalu kuatir kalau Midbass dikeluarkan begitu kalau pas musim hujan bagaimana ? saya pikir2 lalu ada ide untuk membuat tutup dari ring MDF yang bisa dicukil dan dipasang waktu musim hujan tiba tentunya harus didesign diawal dulu untuk tutup variasinya. Hasilnya lumayan .. Midbass aman dari air hujan bila buka pintu pas musim hujan. Oh ya.. bagian dalam di rongga Midbass tersebut yang bagian bawah hendaknya cenderung miring ke dalam plat pintu supaya bila ada rembesan air yang masuk tidak menggenangi Midbass melainkan mengalir ke dalam plat pintu. Kalau tempat Midbass saya pada rongga tersebut saya kasih karpet tipis melingkari dinding MDF untuk menahan air dan tidak menutupi lobangnya lho.
    Sedikit share dari saya untuk kayu MDF bila sudah disekrup ama speakernya kemudian dibuka lagi kan jadi menonjol bagian kayu yang bekas sekrupnya itu. Maka mesti dipalu dulu pelan2 supaya rata kembali permukaan bekas sekrup yang dibuka tadi, terutama bila lobang baut speakernya berubah. Hal ini perlu supaya menghindari bocornya suara akibat pemasangan Midbass ditempat yang tidak rata.

    - Design Box di Bagasi belakang

    Picture :

    Asalnya pikir2 mau dipasang di bawah bangku depan atau di box bagasi belakang. Pertimbangannya dengan dipasang di bawah bangku maka jalur kabel lebih pendek sehingga sinyal lebih baik. Kekurangannya ga isa ngeceng power bagus ga kelihatan hahaha.. Pertimbangan lain dipasang di box bagasi belakang dengan kesulitan dipengeluaran ban dan model box subwoofernya. Akhirnya pemilihan di box di bagasi belakang dengan dibuat model engsel yang bisa direbahkan ke depan bila ingin mengeluarkan dan memasukkan ban serep. Itu di tengah2 box ada 2 lobang tujuannya untuk Ventilating Fan karena bila atasnya ditutup pakai aklirik kan tidak ada sirkulasinya gitu jadi saya kasih fan itu untuk sirkulasinya .. pemilihannya mesti dicoba dulu yang tidak berisik suaranya. Bagi beberapa rekan yang PM saya .. Itu Ban Serep tetap bisa dikeluarkan dan bangku baris ketiga tetap dapat difungsikan / diberdirikan. Lha ini justru salah satu kelebihannya yaitu ketika bangku baris ketiga diberdirikan maka dia akan menjepit Box Subwoofer sehingga getaran Box jadi lebih rigid lagi dibandingkan ketika tanpa dijepit oleh bangku baris ketiga sebelah kiri. Untuk Grand Livina maka menurut coba2 saya tidak bisa dipasang Subwoofer ukuran 12 Inchi dengan model di pojok kiri di atas. Mesti 10" saja.. Itu 10" kalau tidak dimiringkan sedikit saja tidak cukup tempatnya karena mengenai pintu belakang.

    to be continued ..

  10. #9
    Sersan Kepala
    Location
    Cabin Gain
    Posts
    637
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Hrs 48 Mins 57 Secs
    Page 9 of 11

    III. Project Execution and Installation (Continue..)

    - Pemasangan Capacitor Bank

    Picture :

    Setelah pikir2 akhirnya tempat dongkrak saya modifikasi untuk tempat Cap Bank dan dongkrak saya akan buatkan di atas rongga ban Serep.1 Hal walaupun kadang sepele tapi kabel tegangan + dan - dari aki yang pertama kali adalah masuk ke Cap Bank dan selanjutnya baru ke HU dan Mono. Untuk instalasi saya tidak ada ground yang menempel di body ! semuanya lewat kabel ground langsung dari aki. Besar kabelnya 4 AWG (American Wire Gauge) atau setara lingkaran luar dari tembaganya 5 mm. Gunakan Distribution Block untuk distribusi tegangan + dan - nya supaya proses kontak tetap aman terjaga dan tidak kendur sambungannya dan satu lagi proses pencopotan kabel2 tegangan jadi lebih mudah. Jangan lupa ujung2 + dan - nya disolder dulu supaya tidak rusak (patah2) waktu kena sekrup kencang dan anti korosi udara.

    - Pemasangan Power Amplifier dan Monoblock (Mono Amplifier)

    Picture :

    Menyambung design dari power Amplifier dan Monoblock di atas maka gambar box dibuat dan diukur2 dulu supaya tampilannya proporsional dan harus rapi. Sebisa mungkin Hidden Cable Installation tapi kayaknya sulit dilakukan maka pokoknya tidak boleh kelihatan kayu2nya soalnya saya cinta kerapian dan presisi. Pada belakang dan bawah box Power Amplifier saya lapis dengan karpet tipis warna abu2 muda untuk menutup kayu2 yang masih kelihatan. Hal ini yang buat tukang boxnya haduh2.. hehehe. Kabel2 saya pasang sendiri saya rapikan sendiri dan saya solder sendiri semua ujung2nya juga, itu butuh waktu hampir 1 hari penuh khusus pemasangan kabel dan proses perapiannya. Kabel Plus dan Minus saya jadikan 1 dengan isolasi supaya tidak goyang2, dan semua kabel saya klem dengan klem kabel yang ada pakunya. Untuk kabel2 remote dan power fan saya taruh pada bagian samping dengan diberi Dak Kabel yang bisa dilepas tutupnya supaya lebih rapi.
    Pada tengah2 antara Power Amplifier dan Monoblock saya kasih 2 fan untuk ventilasi yang sifatnya menarik udara dari ruang power ke bawah. Saya pilih 2 fan daripada 1 fan besar yaitu bila sewaktu salah satu fan mati masih ada backupnya sampai dibelikan baru. Fan ini sudah diuji coba dan tidak mengakibatkan Storing. Untuk powernya saya sambung dengan remote dari Power Amplifier (Audison ada output remotenya dengan amper lumayan kuat). Untuk bagasi sebelah kanan kan kosong .. saya punya 1 equalizer ex coba2 main analog untuk dipasang disana .. biar keren saja. Ini ga pakai kok .. power +- nya saja ga ada.

    - Pembuatan Box Subwoofer

    Picture :

    Saya cuman pakai 1 Subwoofer saja 10" sealed soalnya design box di bagasi belakang kecil sih maksudnya untuk ditempelkan di pojok kiri. Box saya cuman sekitar 21 liter jadi ga berani main terlalu rendah, tapi saya minta ke pembuatnya pokoknya rigid dan anti bocor, setelah jadi bagian dalamnya dicor pakai mixed resin dan talk diaduk dulu dan diteteskan dengan diputer2 boxnya biar rata semua ga bocor. Setelah cor resin dan talk saya kasih peredam dari kain perca yang sama untuk lapis karpet mobil disemua sisi kecuali baffle depan. Jangan lupa pada waktu pemasangan oscar pembungkusnya sebaiknya langsung sampai ring tempat Subwoofer dipasang / disekrup ini membantu supaya boxnya tidak bocor.
    Cara ngetes boxnya bocor atau tidak yang saya lakukan adalah :
    Setelah Subwoofer dipasang dan disekrup dengan kuat maka tekan konus pada Subwoofer bagian tengah dengan 2 jempol dengan cepat dan berulang2 kaya mompa gitu lho .. kalau ada suara wes ewes ewes bablas suarane .. berarti ada bocor di box nya ini nanti mengganggu mutu suara Subwoofernya. Kalau hasil ditekan2 konus terasa berat dan ga bisa cepat karena kembalinya konus setelah ditekan adalah lama. maka ini berarti boxnya sudah baik dan kedab. Karena box type sealed harus demikian dan dia menggunakan kompresi / suspensi suara yang kedab tersebut untuk beresonansi pada frequency yang kita kehendaki.

    - Hasil Pemasangan Power Amplifier dan Monoblock (Mono Amplifier) dan Subwoofer

    Picture :

    Ini tampilan setelah Power2 dan Subwoofer dipasang .. Oh ya ada satu lagi tips yaitu adanya tutup atas Power Amplifier agar sewaktu dibutuhkan bagasinya untuk taruh barang belanjaan bisa digunakan. Itu gambar di kanan atas adalah bangku baris ketiga yang kalau didirikan akan menjepit Box Subwoofer sehingga lebih rigid dan mengurangi getarannya.. Cukup keren yah ?

    to be continued ..

  11. #10
    Sersan Kepala
    Location
    Cabin Gain
    Posts
    637
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Hrs 48 Mins 57 Secs
    Page 10 of 11

    III. Project Execution and Installation (Continue..)

    - Pembuatan pilar untuk Tweeter dan Midrange.

    Picture : (Model ala Hwelly Audio)

    Pembuatan dicetak dulu dengan Fiber terhadap pilar aslinya kemudian dibuatkan ring dari kayu MDF dengan jarak ring Tweeter mundur +- 2 Cm ke ring Midrangenya. Kemudian untuk lain2nya dibuat dari Fiber semua sampai terbentuk pilar siap didempul. Dempul saya pilih merk AlfaGlos Body Light dimana beratnya hampir 50% lebih ringan dibanding dempul biasa dengan kekuatan dan tebal yang sama. Setelah didempul seluruh permukaan luarnya maka dicor dengan campuran resin dengan talk untuk rongga dalamnya agar menjamin tidak bocor saja dan lebih rigid. Finishingnya menggunakan cat duco dengan dilapis tahap pertama dengan Polymer Isamu warna abu2 muda dan setelah kering dicat beberapa lapis dengan cat duco warna mendekati pilar aslinya.

    - Pemasangan pilar untuk Tweeter dan Midrange.

    Picture :

    Khusus ini adalah pemikiran saya saja tanpa bukti ilmiah lho ! Semua tolok ukurnya adalah On axis (arah Lurus dari driver) dimana semua kekerasan suara atau gain paling tinggi dbnya. saya menyadari banyak teori yang ada mengenai pengarahan sehingga saya berusaha untuk membuat pengarahan versi saya sendiri dengan dasar jarak antar pilar ke posisi pendengar dan kemampuan On dan Off axis responsenya. Mohon jangan diprotes wong namanya berusaha ! hehehe. Setelah diukur lebar dashboard dan jarak ke headrest sopir dan penumpang dan juga melihat spec kemampuan On dan Off axis dari driver2 maka saya pakai busur untuk hitung2 sudut maka jatuhnya adalah pilar kiri On Axis ke ujung headrest kanan posisi paling kiri dan pilar kanan On Axis ke ujung headrest kiri posisi paling kanan. Cross point nya antara kedua headrest maju (ke depan) sedikit hampir sejajar telinga.
    Kalau mau perfect sih menurut saya untuk angle dari Tweeter dan Midrangenya mesti di RTA dulu satu persatu untuk dicari pengarahan terbaik, tapi kan hal ini sangat sulit untuk dilaksanakan dengan waktu terbatas dan kemampuan yang pas2an saja. Ya jadinya seperti di atas pakai sedikit asumsi dan selanjutnya akan diatur lewat tuning saja.

    Kondisi yang saya harapkan ..



    * Pantulan kaca samping masing2 speaker sudah berada sekitar 40 derajad Off Axis ini sudah sangat lemah sekali dan berdasarkan Frequency Response dari MG10 didapat angka sekitar -5db .. jadi asumsi saya pantulan awal dari kaca samping masing2 kiri ataupun kanan sudah sangat lemah dan suara pasti lebih jernih.
    * Pada center dashboard ada di 50 derajad Off Axis dengan perhitungan pelemahan db pada derajad tersebut maka suara kiri melemah sekitar -6db dan kanan juga melemah sekitar -6db ketika keduanya dijumlahkan menghasilkan pelemahan pada center total adalah sekitar -3db sehingga asumsi saya focus stage akan mudah didapatkan karena -3 db masih relatif terdengar.
    * Pada Listening Position beda derajad (garis merah dan biru) sekitar 10 derajad saja.
    * Dengan Cross On Axis Point ada di level sejajar posisi telinga kiri maka mendelay speaker kanan sekian milisecond sudah akan mendapatkan timing yang sama antara kiri dan kanan karena posisi pilar kiri sudah On Axis maka tinggal membuat / mengatur jarak speaker kanan sama dengan speaker kiri agar time delay seimbang serta balance gain atau kekerasan suaranya dari speaker kanan sama dengan kiri.
    * Posisi penumpang masih lumayan karena speaker kanan senderung On Axis ke bagian penumpang sehingga suara kiri dan kanan masih cukup terdengar. Semoga !

    Time Delay antara Tweeter dan Midrange ..



    Gambar kiri adalah pola interferensi antara dua driver yang berbeda jarak (coil) nya.
    Gambar kanan adalah pola interferensi antara dua driver yang sama jarak (coil) nya.
    Karena perbedaan kecepatan antara frequency tinggi dan menengah serta posisi coil antara Tweeter dan Midrange maka Tweeter saya undurkan +- 2 cm dimana saya hitung dari selisih ke dua coil driver tsb. Menurut teori jatuhnya suara kedua driver dengan coil yang sejajar akan cenderung lurus dan sebaliknya coil Tweeter yang terlalu menonjol akan membuat suara high lebih cepat datang sehingga suara jatuh cenderung mengarah kebawah. Jangan diprotes hahaha !
    Mengenai Blindspot .. Saya karang2 dan hitung2 dengan Tweeter besar kan sangat menghalangi pandangan dan karena ketinggian dengan Tweeter sejajar telinga untuk idealnya akan justru membuat pandangan semakin tepat untuk tertutup pada sudut tertentu. Bagaimana solusinya ? untungnya lumayan saya bikin area flage di Tweeter yang paling sisi luar masuk kedalam plat pilar dari mobil sehingga lumayan bisa mengurangi +- 1 s/d 1,5 Cm blindspot. ditambah angle Tweeter yang agak Off Axis maka area blind spot semakin kecil. Oh ya .. posisi flange dari Tweeter yang bagian bawah agak masuk ke tutup ama area Midrange kurang lebih 1 Cm .. overlaping supaya Midrange bisa melorot ke arah pintu. ketinggian Tweeter berkurang sedikit tapi masih dalam range telinga kita .. hehehe

    Mengenai Upgrade ..
    Model ring dari Midrange dari pillar saya saya design untuk bisa diupgrade minimal sekelas Scanspeak 12M maupun Seas Lotus RM120 .. tanpa modifikasi besar2an di pilarnya (tentunya prakteknya ada perubahan sedikit) karena rongga dalam cukup besar dan ring luar sudah saya perbesar dibandingkan ama ukuran asli Vifa MG10. Untuk Tweeternya bisa upgrade hampir semua jenis Tweeter dengan flange besar kecuali anglenya.

    - Pemasangan Monitor TV.

    Picture :


    Sekedar buat nonton TV doang .. Laci dashboardnya pesan ke Sponsor Modcom. Suaranya saya hubungkan dengan jack headphone ke 2 speaker di kiri dan kanan yang kalau di gambar ada di dalam console dashboard di tengah.. speakernya beli yang murah untuk radio2 portable itu lho .. jenisnya fullrange. Setelah Console dilobangi seukuran speaker maka dibuatkan ring dari MDF tipis 5 mili dan diberi tutup dari kain kasa yang lobangnya besar2. System audionya tidak integrasi ke System Audionya Alpine .. sengaja dipisah agar tidak mengganggu saja.

    end of III. Project Execution and Installation

    next ... IV. Finalizing and Going Live

 

 
Page 1 of 17 12345 ... LastLast
Vkool Venom 300x250

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Replies: 414
    Last Post: 2nd December 2014, 12:39
  2. FS: Wing / Roof SpoilerRep. IMPUL utk Nissan Livina / Grand Livina
    By Honda in forum Bursa Eksterior Lainnya
    Replies: 111
    Last Post: 9th October 2013, 00:37
  3. Livina XR in process project
    By donharry in forum Nissan
    Replies: 62
    Last Post: 20th February 2013, 23:27
  4. Replies: 106
    Last Post: 18th December 2010, 22:13
  5. Replies: 15
    Last Post: 20th October 2010, 08:59
Back to top